Samarinda, Natmed.id – Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri memberikan pesan mendalam mengenai pentingnya peran keluarga dalam kemajuan sebuah daerah.
Hal tersebut ditegaskannya saat menghadiri Ibadah dan Perayaan Natal 2025 serta Syukuran Tahun Baru 2026 yang diselenggarakan oleh Kerukunan Dayak Kenyah Lebuq Timai Kaltim di Gereja GPdI Beth Tephillah pada Jumat, 20 Februari 2026.
Dalam suasana penuh khidmat, Saefuddin menyampaikan bahwa momentum transisi dari tahun 2025 ke 2026 harus dijadikan titik balik untuk memperkuat ikatan batin antarmasyarakat.
Atas nama Pemerintah Kota Samarinda, ia menekankan bahwa Natal bukan sekadar ritual tahunan, melainkan sebuah panggilan untuk melakukan aksi nyata yang dimulai dari unit terkecil masyarakat, yaitu keluarga.
“Perayaan Natal dan tahun baru seperti ini adalah momentum untuk mempererat tali persaudaraan, memperkuat iman, dan meneguhkan kembali komitmen kita membangun keluarga, komunitas, dan kota kita tercinta dalam semangat kasih, kedamaian, dan pengharapan,” ujarnya.
Mengangkat tema “Allah Hadir Menyelamatkan Keluarga” yang bersumber dari Matius 1:21–24, Saefuddin menyoroti realitas tantangan zaman.
Menurutnya, derasnya arus informasi dan perubahan sosial yang cepat saat ini berpotensi mengikis nilai-nilai kebersamaan. Oleh karena itu, ia mendorong jemaat untuk menjadikan momen Natal sebagai gerakan nyata untuk memperbaiki pola komunikasi di rumah.
Ia menekankan bahwa rumah harus menjadi tempat di mana nilai-nilai luhur ditanamkan sebelum seorang anak terjun ke masyarakat luas.
“Keluarga adalah sekolah pertama, gereja pertama, dan benteng pertama bagi anak-anak kita. Natal akan semakin hidup bila keluarga kita menjadi ruang yang hangat. Tempat anak-anak merasa aman, orang tua saling menghormati, dan setiap anggota keluarga belajar mengampuni serta menguatkan satu sama lain,” imbuhnya.
Dalam perspektif pembangunan kota, Saefuddin memberikan pandangan bahwa kemegahan fisik bangunan di Samarinda tidak akan berarti tanpa fondasi manusia yang kuat.
Ia menyatakan bahwa fokus Pemerintah Kota Samarinda saat ini tidak hanya terbatas pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada pembangunan karakter warganya.
Ia percaya bahwa ketahanan keluarga merupakan indikator utama dalam menciptakan stabilitas keamanan dan produktivitas kota.
“Membangun kota yang kuat justru dimulai dari membangun manusia dan membangun keluarga. Sebab keluarga yang sehat akan melahirkan generasi yang berkarakter, dan generasi yang berkarakter akan melahirkan masyarakat yang tertib, produktif, serta penuh kepedulian,” jelasnya.
Secara khusus, Saefuddin memberikan apresiasi kepada komunitas Kerukunan Dayak Kenyah Lebuq Timai Kaltim yang selama ini telah menjaga harmoni di Kota Tepian.
Ia menitipkan tiga pesan kunci bagi komunitas ini agar tetap menjadi teladan bagi warga lainnya diantaranya, menjaga kerukunan dan persaudaraan lintas perbedaan di tengah masyarakat Samarinda yang heterogen.
Memperkuat ketahanan keluarga sebagai filter terhadap pengaruh negatif perkembangan zaman dan menghidupkan budaya saling menolong sebagai identitas luhur masyarakat Dayak.
Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat identitas budaya sebagai kekayaan yang mempersatukan, bukan memisahkan.
“Mari kita terus menjaga Samarinda sebagai kota yang damai, rukun, dan ramah bagi semua, sambil tetap merawat identitas budaya sebagai kekayaan yang mempersatukan,” pungkasnya.
