Pasuruan, Natmed.id – Pengurus Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pasuruan masa khidmat 2025–2029 resmi dilantik dan dikukuhkan di Gedung Gradika, Kota Pasuruan, Sabtu 20 Desember 2025. Prosesi pengukuhan dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh ulama, dan perwakilan ormas keagamaan.

Pengukuhan dilakukan oleh KH Rosyidi yang sekaligus membacakan Surat Keputusan kepengurusan MUI. Dalam struktur tersebut, Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo ditetapkan secara ex officio sebagai Ketua Dewan Pertimbangan MUI Kota Pasuruan.
Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo atau yang akrab disapa Mas Adi, menyampaikan apresiasi dan harapan kepada jajaran pengurus yang baru. Ia menilai MUI memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menghadapi persoalan sosial dan keagamaan yang terus berkembang.
“Selamat kepada pengurus MUI yang baru. Kami berharap kepengurusan ini membawa keberkahan dan mampu menjawab tantangan umat yang semakin kompleks,” ujar Mas Adi.
Mas Adi menyoroti perubahan pola persoalan sosial di era digital yang kian sulit dikenali. Menurutnya, perkembangan teknologi membawa dampak positif sekaligus tantangan serius bagi kehidupan keumatan.
“Dulu praktik judi dan prostitusi terlihat secara kasat mata. Sekarang bentuknya bergeser melalui platform digital dan aplikasi, sehingga pengawasannya menjadi lebih sulit,” katanya.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Pasuruan selama ini selalu melibatkan MUI dalam perumusan kebijakan yang berkaitan dengan isu sosial dan keagamaan. Salah satunya dalam penataan pedagang kaki lima di trotoar.
“Kami selalu meminta pandangan MUI. Trotoar adalah hak pejalan kaki, meski di lapangan masih ditemui pelanggaran yang perlu penanganan bersama,” jelasnya.
Mas Adi juga mengakui masih adanya persoalan kebersihan lingkungan di Kota Pasuruan yang belum tertangani optimal. Ia menilai persoalan tersebut memerlukan pendekatan moral dan sosial, bukan sekadar regulasi.
“Kebersihan sering dianggap sepele, padahal penerapannya tidak mudah. Pemerintah sudah melakukan berbagai upaya, namun perlu penguatan kesadaran bersama,” tuturnya.
Sementara itu, Dewan Pengurus MUI Kota Pasuruan Dr KH Abdulloh Sodiq Ahmad Sahal yang baru dilantik menyatakan kesiapan mendukung program pemerintah daerah. Ia menegaskan MUI akan berperan aktif dalam pembinaan umat dan penguatan nilai-nilai keagamaan.
Pelantikan pengurus MUI Kota Pasuruan periode 2025–2029 ini diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi ulama dan pemerintah dalam membangun karakter masyarakat, seiring pembangunan fisik Kota Pasuruan yang berkelanjutan.
