Samarinda

Meski Terdampak Kebijakan Efisiensi Nasional, Perhotelan Samarinda Tetap Optimis

Teks: Ketua BPC PHRI Kota Samarinda Leny Marlina (Foto_Zulfikar)

Samarinda, Natmed.id — Ketua Badan Pimpinan Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Samarinda Leny Marlina menegaskan komitmen untuk terus berkolaborasi memajukan sektor pariwisata dan perhotelan meski pemerintah tengah menghadapi kebijakan efisiensi anggaran yang terjadi secara nasional.

Ia mengapresiasi dukungan seluruh anggota PHRI yang selama ini terus mendukung berbagai program dan kegiatan organisasi. Hal tersebut disampaikan Leny saat menyampaikan pandangannya terkait kondisi industri perhotelan di Samarinda, Sabtu 31 Januari 2026.

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh anggota PHRI Kota Samarinda yang terus memberikan support sehingga kami sampai hari ini bisa terus maju dan menjadi lebih baik,” kata Leny.

Dia juga menyebutkan, saat ini hubungan dan koordinasi dengan pemerintah semakin terbuka dan akomodatif sehingga kolaborasi lintas sektor untuk membangun Kota Samarinda bisa terus diperkuat.

Menanggapi pertanyaan terkait dampak efisiensi anggaran pemerintah yang menyebabkan berkurangnya kegiatan di hotel, Leny mengakui bahwa kondisi tersebut dirasakan secara nasional tidak hanya di Samarinda. Namun demikian ia optimistis sektor perhotelan di Samarinda masih memiliki peluang untuk tetap berkembang.

“Samarinda sampai hari ini masih menjadi pusat pemerintahan. Masih banyak tamu dari luar daerah yang datang dengan berbagai agenda dan itu menjadi peluang bagi sektor perhotelan untuk tetap berjalan,” jelasnya.

Selain itu, PHRI Samarinda berharap Pemerintah Kota Samarinda dapat lebih sering menggelar ajang berskala nasional di daerah, guna menarik wisatawan dan mendorong tingkat hunian hotel.

“Harapan kami, ke depan semakin banyak event nasional yang dilaksanakan di Kota Samarinda, sehingga dapat menarik wisatawan dan menggerakkan ekonomi daerah,” harapnya.

Leny juga memastikan bahwa PHRI Samarinda akan kembali melakukan audiensi dengan Pemerintah Kota Samarinda maupun lintas sektor terkait, terutama untuk menyampaikan kepengurusan baru serta membahas peningkatan kualitas dan daya saing akomodasi di kota ini.

Ia menegaskan, sektor perhotelan merupakan salah satu penyumbang terbesar pendapatan asli daerah (PAD) Kota Samarinda. Karena itu meski dihadapkan pada kebijakan efisiensi, pihaknya berharap kontribusi perhotelan pada tahun 2026 dapat terus meningkat.

“Kami berharap tetap mendapat dukungan pemerintah, agar dunia perhotelan di Kota Samarinda bisa terus berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi daerah,” pungkasnya.

Related posts

Aksi Bersih-Bersih Sungai Mahakam Tandai Peluncuran Toko ke-800 MR DIY

Irawati

Demi Keberlangsungan Ekonomi Tetap Stabil, TNI Dukung UMKM

Sukri

JMSI Kaltim Nilai Wacana Pemindahan Polri ke Kementerian Ancam Gerus Kepercayaan Publik

Aminah

Leave a Comment