Pasuruan, Natmed.id – Seorang petani asal Dusun Regek, Desa Sambirejo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan ditemukan meninggal dunia di area persawahan Desa Patuguran pada Selasa 18 November 2025. Korban bernama Slamet Abdul Mazid (50). Dia tidak kembali ke rumah sejak pagi hari.

Menurut penuturan keluarga, almarhum biasa mencari lumut sebagai tambahan pekerjaannya. Namun sejak keluar rumah sekitar pukul 09.00 WIB, korban tidak memberi kabar hingga menjelang sore. “Biasanya sore sudah pulang. Begitu tidak ada kabar, kami langsung curiga ada apa-apa,” ujar salah satu kerabat, M Taufik.
Kecemasan itu membuat dua kerabat, Taufik dan Bambang, berinisiatif melakukan pencarian ke lokasi yang sering didatangi korban. Keduanya mengajak beberapa warga untuk menyisir area persawahan sekitar. “Kami cari sampai ke tempat-tempat yang biasa ia datangi, tapi tidak ketemu,” kata Bambang.
Informasi penting datang dari Cahyo, warga setempat yang kerap memancing bersama korban. Cahyo menyebut korban sering mencari lumut di wilayah Albaka dan persawahan Patuguran. Keterangan itu langsung menjadi petunjuk utama bagi keluarga untuk memperluas pencarian.
Upaya pencarian kian intens setelah sepeda motor korban ditemukan terparkir di tepi persawahan Dusun Dadapan. Temuan itu memperkuat dugaan bahwa korban berada tidak jauh dari lokasi tersebut. “Begitu lihat motornya, kami langsung menyebar ke sawah,” jelas Taufik.
Tak lama kemudian, salah satu warga melihat sosok tubuh mengambang di tengah sawah yang tergenang. Penemu mayat, Bambang, mengaku gemetar saat mendekati tubuh tersebut. “Saya yang pertama kali melihat. Posisi beliau tengkurap. Saat mendekat, saya langsung tahu itu Pak Slamet,” ungkapnya.
Polsek Rejoso segera datang ke lokasi setelah mendapat laporan warga. Petugas melakukan pemeriksaan awal bersama tim kesehatan dari Puskesmas Rejoso sebelum mengevakuasi jenazah ke RSUD Soedarsono Kota Pasuruan untuk dilakukan visum luar sesuai prosedur.
Polisi menyampaikan tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban. Di lokasi, petugas juga menemukan ember berisi lumut dan jaring yang diduga digunakan korban sebelum kejadian. Temuan itu menunjukkan korban masih beraktivitas seperti biasa sebelum peristiwa tragis terjadi.
Keluarga menjelaskan bahwa korban memiliki riwayat hipertensi. “Beliau memang punya darah tinggi. Kami menduga itu kambuh saat di sawah,” ujar adik korban saat ditemui di rumah duka. Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah.
Keluarga kemudian menandatangani surat pernyataan bahwa mereka tidak akan menuntut pihak mana pun. Setelah pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan kembali kepada keluarga untuk pemakaman. Warga sekitar mengaku kehilangan sosok korban yang dikenal ramah dan pekerja keras.
