Kalimantan Timur

Matangkan Persiapan Pengukuhan di IKN, DPD Jema’ah Dzikir Nurul Wathon Kaltim Bentuk Kepanitiaan

Teks: Suasana Rapat Pembentukan Panitia Pelaksana Pengukuhan DPW Jama’ah Dzikir Nurul Wathon Kalimantan Timur di Bagios Cafe, Sabtu 28/2/2026. (Natmed.id/Aminah)

Samarinda, Natmed.id – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Jama’ah Dzikir Nurul Wathon Al-Hanbalangi Wal-Khittoh Indonesia Wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar rapat koordinasi kedua di Bagios Cafe, Samarinda, Sabtu 28 Februari 2026.

Teks: Sekretaris DPD Jama’ah Dzikir Nurul Wathon Kaltim Supriyanto Memimpin Rapat Koordinasi, Sabtu 28/2/2026. (Natmed.id/Aminah)

Pertemuan ini fokus pada pembentukan panitia pelaksana pengukuhan pengurus periode 2026-2031 yang direncanakan berlangsung di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada April mendatang.

Organisasi yang didirikan oleh KH Suyuti Thoha, sosok mursyid yang dikenal sebagai pendamping spiritual Presiden RI H Prabowo Subianto kini mulai melebarkan sayap strukturalnya di Bumi Etam.

Langkah ini merupakan mandat langsung dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) sebagai bagian dari ekspansi organisasi ke seluruh provinsi di Indonesia.

Sekretaris DPD Jama’ah Dzikir Nurul Wathon Kaltim Supriyanto mengungkapkan bahwa rapat ini krusial untuk mengejar tenggat waktu pelantikan yang dijadwalkan pada minggu terakhir bulan April 2026, tepatnya pasca-Lebaran.

“Hari ini adalah meeting kedua untuk pembentukan panitia, baik di tingkat DPD maupun koordinasi dengan Dewan Pengurus Cabang (DPC). Kami bergerak cepat karena agenda pengukuhan ini direncanakan bertempat di Ibu Kota Nusantara,” ujar Supriyanto di sela-sela rapat yang juga tersambung via zoom meeting dengan pengurus kabupaten/kota.

Hingga saat ini, persiapan teknis diklaim telah mencapai angka 60 persen. Fokus utama panitia saat ini beralih pada urusan logistik berskala besar.

“Persiapan administrasi sudah matang, tinggal pemantapan transportasi, akomodasi hotel, dan teknis tempat pelaksanaan di IKN nanti,” tambahnya.

*Dukungan Spiritual untuk Kepemimpinan Nasional*

Selain urusan struktural, misi utama organisasi ini adalah memperkuat tali silaturahmi dan mengadakan kegiatan doa bersama bagi keselamatan bangsa. Secara spesifik, keberadaan jemaah ini diharapkan menjadi sokongan spiritual bagi pemerintahan pusat.

“Tujuannya untuk zikir keselamatan bangsa. Kami berharap Bapak Presiden Prabowo Subianto dalam memimpin lima tahun ini mendapatkan kelancaran, khususnya di periode pertama beliau,” tegas Supriyanto.

Jema’ah Dzikir Nurul Wathon Kaltim tercatat telah membentuk kepengurusan di hampir seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Timur. Basis massa terbesar dilaporkan berada di wilayah Kutai Timur, Bontang dan Samarinda.

Menariknya, untuk wilayah geografis yang sulit dijangkau seperti Mahakam Ulu, pihak pengurus mengambil langkah taktis dengan menggabungkan koordinasinya di bawah DPC Kutai Barat guna memastikan efektivitas pergerakan.

Pada acara pengukuhan nanti, acara direncanakan berlangsung meriah dengan kehadiran Majelis Hadrah dari Banyuwangi serta perwakilan kader dari seluruh pelosok Kaltim. Masing-masing DPC akan mengirimkan delegasi inti yang terdiri dari ketua, sekretaris, dan bendahara.

Pemilihan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai lokasi pelantikan bukan sekadar urusan geografis, melainkan simbolisme kuat dukungan organisasi terhadap keberlanjutan program strategis nasional.

Mengingat jajaran Dewan Pelindung organisasi ini diisi oleh tokoh-tokoh militer senior seperti Letjen (Purn) Dr Sjafrie Sjamsoeddin dan Letjen TNI (Purn) Agus Sutomo, pergerakan organisasi ini di Kaltim diprediksi akan memiliki pengaruh signifikan dalam peta sosioreligius lokal.

Tantangan terbesar kini ada pada pundak panitia untuk mengelola mobilisasi massa ke kawasan IKN yang memiliki regulasi akses ketat, serta memastikan bahwa program-program yang dicanangkan benar-benar mampu membantu pemerintah sebagaimana yang ditargetkan dalam visi organisasi.

Related posts

Pengcab JMSI Bukittinggi Dikukuhkan

Febiana

Plt Bupati PPU Minta JMSI Kaltim Ikut Terlibat Sukseskan IKN

Aditya Lesmana

Data yang Diutamakan Mendapat Bantuan Dari Pemprov adalah Non DTKS .

natmed