Kanwil Hukum dan HAM Kaltim

Masuk Napi Pulang Jadi Santri

Samarinda,Natmed.id- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Samarinda di Bayur melakukan sejumlah kegiatan yang dihadiri Kanwil Kemenkumham Kalimantan Timur-Utara,pada Rabu (16/3/2022).

Beberapa agenda tersebut yakni membuka program layanan rehabilitasi sosial bagi WBP, launching aplikasi layanan informasi (Simpatisan Mobile), peresmian taman bacaan edukasi narkotika (BEN) dan pojok baca digital serta penandatangan perjanjian kerja sama dengan instansi terkait.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Kaltimtara Sofyan mengapresiasi berbagai macam inovasi yang telah diberikan Kalapas Dayat untuk WBP.

“Hashtag dari Pak Kalapas ini dari napi menjadi santri. Kemudian ada launching aplikasi layanan Simpatisan Mobile, ini inovasi yang sangat luar biasa. Mungkin akan menjadi icon untuk memperoleh WBK karena sudah nyata dan real dimasyarakat. Kalau sudah masuk di PlayStore berarti resmi bukan abal-abal lagi,” terangnya.

Kemudian, Taman BEN yang memiliki pojok baca digital dan perpustakaan digital ini dirasa Sofyan sangat bermanfaat bagi WBP. Pasalnya, mereka dapat mengetahui berbagai dampak dari pemakaian narkoba.

“Dengan adanya Taman BEN, mereka bisa mengurangi dan paham bagaimana bahayanya narkoba. Bahkan secara tidak langsung, mereka dapat mengetahui apa yang harus mereka lakukan di sini,” ujarnya.

Sementara itu, Kalapas Narkotika Kelas IIA Samarinda Hidayat mengatakan bahwa rehabilitasi narkotika bagi WBP merupakan bagian tidak terpisahkan dari proses perawatan kesehatan dan pembinaan.

Oleh sebab itu, Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda akan melakukan layanan rehabilitasi sosial kepada 300 orang WBP dengan program rehabilitasi sosial plus pesantren khusus rehabilitasi narkotika.

Menurutnya, ini suatu proses pemulihan secara terpadu baik fisik, mental maupun social agar mantan pecandu narkotika (Recovery Addict) dapat kembali melaksanakan fungsi sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

Dayat berharap ke depannya, WBP dapat melaksanakan fungsi sosialnya ditengah-tengah masyarakat, dan bisa diterima dengan baik oleh masyarakat.

“Makanya kita tambahkan program pesantren khusus narkotika rehabilitasi narkotika, masuk napi pulang santri. Jadi pesantren khusus rehabilitasi dengan program masuk napi keluar santri ini merupakan bagian dari Rehabilitasi Sosial Plus,” tegasnya.

Untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan optimalisasi penyelenggaraan pemasyarakatan kata Dayat, Lapas Narkotika Samarinda juga melaunching aplikasi Simpatisan dengan beberapa keunggulan di dalamnya.

“Siapa saja bisa mengunduh aplikasi ini di PlayStore,” bebernya.

Related posts

Yasonna Laoly Membentuk Arah Baru untuk Kerja Sama Hukum Asia Afrika

Aminah

Kabar Penerimaan Sipir Lapas Kemenkumham 2023 Hoaks

Arifanza

Resmikan Kantor Baru di Sulsel, Upaya Kemenkumham Tingkatkan Layanan Publik

Intan