Samarinda

Masjid Al-Fatihah Unmul Wadah Inklusif Mahasiswa Tanpa Sekat

Teks: Suasana berbuka puasa di Masjid Al-Fatihah Unmul , Minggu, 22/2/26 (Natmed.id/Sukri)

Samarinda, Natmed.id – Bulan suci Ramadan selalu menghadirkan nuansa yang berbeda di lingkungan Universitas Mulawarman (Unmul), khususnya di Masjid Al-Fatihah yang terletak strategis di tengah kawasan kampus Gunung Kelua.

Lebih dari sekadar bangunan untuk menunaikan ibadah salat, masjid ini telah bertransformasi menjadi pusat peradaban dan titik temu lintas generasi bagi ribuan mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan di Kota Samarinda.

Selama bulan puasa, atmosfer di Masjid Al-Fatihah terasa jauh lebih hidup dan hangat. Setiap sudut selasar masjid dipenuhi oleh para pencari ilmu yang datang tidak hanya untuk beribadah, tetapi juga untuk merajut silaturahmi yang erat di tengah padatnya jadwal akademik.

Salah satu program yang paling dirasakan manfaatnya oleh jemaah adalah penyediaan hidangan berbuka puasa atau takjil secara gratis.

Bagi banyak mahasiswa, terutama mereka yang merantau dari luar daerah, kehadiran Masjid Al-Fatihah menjadi pelipur lara di saat harus menjalankan ibadah puasa jauh dari keluarga.

Pengelola masjid berkomitmen untuk menjadikan tempat ibadah ini sebagai wadah yang inklusif, di mana setiap mahasiswa dari berbagai fakultas dapat berkumpul dalam satu barisan tanpa adanya sekat.

“Kami berupaya menjadikan Masjid Al-Fatihah sebagai pusat kebersamaan mahasiswa. Di sinilah mereka bisa merasakan suasana kekeluargaan yang kental, sehingga nuansa Ramadan tetap terasa hangat meski berada jauh dari kampung halaman,” jelas salah satu pengelola masjid, Minggu, 22 Februari 2026.

Selain aspek sosial, Masjid Al-Fatihah juga menyusun agenda spiritual yang sangat padat dan terstruktur. Mulai dari kajian menjelang berbuka (kultum) yang menghadirkan narasumber inspiratif, hingga pelaksanaan salat Tarawih berjamaah yang selalu dipenuhi jamaah hingga ke area luar masjid.

Materi-materi yang disampaikan dalam kajian rutin pun disesuaikan dengan dinamika dan tantangan yang dihadapi oleh anak muda saat ini. Hal ini dilakukan agar nilai-nilai agama dapat diserap secara praktis dalam kehidupan sehari-hari mahasiswa.

“Antusiasme jemaah tahun ini sangat luar biasa. Ini menjadi bukti bahwa di tengah kesibukan kuliah, kebutuhan akan ruang spiritual yang nyaman sangatlah tinggi di kalangan mahasiswa kita,” tambahnya.

Kelancaran seluruh rangkaian kegiatan di Masjid Al-Fatihah tidak lepas dari peran aktif para relawan yang terdiri dari unsur mahasiswa sendiri. Mereka bekerja sama dengan pengurus masjid untuk menyiapkan segala keperluan, mulai dari distribusi logistik makanan hingga pengaturan kebersihan area ibadah.

Sinergi antara pengurus dan mahasiswa ini menciptakan ekosistem yang positif, di mana masjid benar-benar berfungsi sebagai laboratorium karakter bagi mahasiswa Unmul.

Dengan fasilitas yang memadai dan pelayanan yang ramah, Masjid Al-Fatihah terus mengukuhkan perannya sebagai oase yang menyejukkan di tengah hiruk-pikuk aktivitas akademik universitas terbesar di Kalimantan Timur itu.

Related posts

64 Ribu Warga Kaltim Terdampak Penonaktifan PBI BPJS, Dinsos dan BPS Sinkronkan Data

Aminah

Kanwil Kemenkum Kaltim Perkenalkan Layanan HARMONIS 1×24 Jam dalam Seminar Hukum

Aminah

Wakil Gubernur Ajak Elemen Masyarakat untuk Waspada Terhadap Virus Corona.

natmed