Samarinda

Libur Panjang, Titip Kucing dan Anjing Meningkat Tajam di Klinik Hewan

Teks: Seekor Kucing yang Dititipkan di Antasari Pet Clinic Menikmati Fasilitas Kandang ber-AC Selama Titinggal Pemiliknya Mudik Selasa,24/3/26(Natmed.id/Aminah)

Samarinda, Natmed.id – Lonjakan penitipan hewan peliharaan terjadi selama momen Lebaran 2026. Klinik hewan Antasari Pet Clinic mencatat tingkat hunian penuh (full booking) bahkan sejak jauh hari sebelum Idulfitri.

Dokter hewan Istiqvarani Sanputri atau yang akrab disapa drh Rani mengungkapkan, peningkatan penitipan hewan memang menjadi pola rutin setiap musim libur panjang, terutama Lebaran, Natal, dan Tahun Baru.

“Kalau setiap ada hari-hari besar itu pasti meningkat. Karena banyak yang libur panjang dan enggak bisa jaga hewan peliharaannya,” ujarnya saat ditemui di cabang Sempaja, Selasa 24 Maret 2026.

Khusus periode Lebaran, kapasitas penitipan di klinik tersebut selalu terisi penuh. Bahkan, calon penitip sering kali tidak kebagian tempat karena kuota sudah habis jauh hari sebelumnya.

“Untuk Lebaran sendiri kita itu selalu full. Banyak yang mau nitip tapi ternyata sudah full booking,” katanya.

Ia menjelaskan, sistem reservasi sudah dibuka jauh sebelum hari raya. Dalam praktiknya, pelanggan tetap biasanya sudah melakukan pemesanan sekitar satu bulan sebelumnya.

“Biasanya sebulan sebelum sudah pada booking. Bahkan setengah bulan sebelum hari H itu sudah full,” jelasnya.

Secara kapasitas, cabang Sempaja mampu menampung sekitar 30 hewan, didominasi kucing dan anjing. Meski demikian, klinik juga pernah menerima penitipan hewan lain seperti sugar glider, meski jumlahnya terbatas karena faktor sensitivitas.

“Di sini totalnya sekitar 30. Kebanyakan kucing sama anjing, tapi pernah juga ada yang nitip sugar glider,” tambahnya.

Dibanding hari biasa, lonjakan penitipan tergolong signifikan. Jika pada kondisi normal tingkat hunian relatif rendah, saat Lebaran bisa meningkat hampir dua kali lipat.

“Kalau hari biasa mungkin sekitar 5–6 persen, kalau Lebaran bisa sampai sekitar 10,” ujarnya menggambarkan peningkatan.

Untuk layanan penitipan, klinik menerapkan tarif Rp40 ribu per hari untuk kucing, yang sudah mencakup kandang, pakan, minum, hingga vitamin. Sementara untuk anjing, tarif berkisar antara Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per hari, tergantung ukuran.

“Untuk kucing Rp40 ribu per hari, sudah termasuk makan, minum, kandang, sama vitamin. Kalau anjing itu range, tergantung besar kecilnya,” jelas drh Rani.

Selain fasilitas dasar, penitipan juga didukung ruang ber-AC serta pengawasan dokter hewan. Jika ditemukan kondisi kesehatan tertentu, pihak klinik akan langsung menghubungi pemilik untuk tindakan lanjutan.

“Kalau ada yang sakit, kita langsung hubungi owner, minta persetujuan untuk penanganan. Karena di sini ada dokter, jadi lebih cepat tertangani,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui bahwa penitipan hewan tetap memiliki risiko, terutama jika kondisi kesehatan hewan tidak prima sejak awal.

“Kita enggak bisa menjamin 100 persen, tapi kita usahakan hewan masuk dan keluar tetap sehat,” ujarnya.

Untuk meminimalisasi risiko penularan penyakit, klinik menerapkan sejumlah syarat, seperti kondisi hewan harus sehat, bebas kutu, dan dianjurkan sudah divaksin.

“Minimal harus sehat dan sudah obat kutu. Kalau bisa vaksin juga, supaya mengurangi penularan,” tegasnya.

Jika terdapat hewan yang sakit, penempatannya akan dipisahkan dari hewan lain guna mencegah penyebaran penyakit.

Memasuki akhir masa libur Lebaran, sebagian hewan peliharaan mulai diambil oleh pemiliknya, meski prosesnya berlangsung bertahap.

“Sudah ada beberapa yang pulang, mungkin sekitar empat sampai lima ekor. Tapi memang bertahap karena libur tiap orang beda-beda,” ungkapnya.

Selain penitipan, klinik ini juga menyediakan layanan medis seperti pemeriksaan, operasi, USG, scaling gigi, hingga grooming. Bahkan, hewan yang dititipkan bisa langsung mendapatkan layanan tambahan sebelum dijemput.

“Biasanya sekalian grooming, jadi pas pulang sudah bersih,” tambahnya.

Dengan tingginya permintaan saat musim libur, drh Rani mengimbau masyarakat untuk melakukan reservasi lebih awal agar tidak kehabisan slot penitipan.

Fenomena ini sekaligus menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap perawatan hewan peliharaan, termasuk memastikan kesejahteraan mereka tetap terjaga meski ditinggal selama liburan.

Related posts

Museum Samarinda Bakal Jadi Pusat Promosi Budaya Lokal

Aminah

Dishub Targetkan 170 Titik Parkir Berlangganan, Hapus Transaksi Tunai Cegah Kebocoran PAD

Sukri

Ruas Jalan Padat di Samarinda Mulai Diperbaiki, Ini Titik Pekerjaannya

Aminah