Samarinda, Natmed.id — Berbeda dari mayoritas tenant yang menjual bahan pangan pokok, Malik, penjual ikan hias turut meramaikan Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan lapak ikan cupang dan ikan hias lainnya.
Malik mengaku keikutsertaannya bermula dari undangan Dinas Perikanan yang menawarkan satu meja kosong untuk diisi. Meski produk yang dijualnya berbeda dari komoditas pangan lainnya, ia tetap memanfaatkan kesempatan tersebut.
“Kemarin ada undangan dari Dinas Perikanan, ditawari satu meja kosong. Tempatnya gratis, jadi saya isi saja,” ujarnya, Jumat 13 Februari 2026.
Ia menyadari dagangannya cukup mencolok karena mayoritas tenant menjual beras, minyak, dan kebutuhan pokok lainnya. Namun justru hal itu menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Dalam sehari pelaksanaan, Malik mengaku penjualan cukup lumayan. Ia menyebut sedikitnya sekitar 25 ekor ikan telah terjual, termasuk jenis cupang dan ikan hias lainnya.
Adapun jenis yang dibawa antara lain cupang, glowfish, manfish, black ghost, serta beberapa jenis ikan hias umum lainnya. Selain ikan, ia juga menjual kura-kura anakan Brazil. Ia juga menyediakan perlengkapan seperti wadah, pakan, batu hias, dan aksesori akuarium.
Untuk harga, Malik menyesuaikan dengan lokasi penjualan. Ia mengaku biasanya menjual di rumah dengan kisaran Rp25.000 hingga Rp30.000 per ekor, namun selama GPM memberikan potongan sekitar Rp5.000.
“Kalau biasanya Rp25.000 sampai Rp30.000, di sini selisih sekitar Rp5.000,” jelasnya.
Ia berharap ke depan kegiatan seperti ini dapat digelar lebih dari satu hari, terutama menjelang Ramadan.
“Kalau bisa tambah harinya, minimal tiga hari,” harapnya.
Menurutnya, semakin lama kegiatan berlangsung, semakin besar pula peluang pelaku usaha kecil untuk meningkatkan penjualan.
