Samarinda, Natmed.id – Ketua Tim Fasilitasi Penganggaran dan Pengawasan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda Nova Kharisma Husni menerima kunjungan kerja (kunker) dari jajaran anggota DPRD Kota Bontang. Pertemuan tersebut fokus pada studi banding mengenai tata kelola anggaran dan penyikapan terhadap pengurangan transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat.
Ia menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan wadah berbagi informasi (sharing) antarlembaga legislatif guna mencari solusi terbaik yang dapat diterapkan di daerah masing-masing.
Salah satu poin utama yang dibahas adalah strategi menyikapi pemotongan TKD. Ia menekankan bahwa sebagai bagian dari pemerintahan daerah, Sekretariat DPRD harus tegak lurus dengan arahan pemerintah kota dan pemerintah pusat.
“Secara teknis operasional kami bertanggung jawab kepada pimpinan DPRD, namun secara administrasi kami bertanggung jawab kepada wali kota. Oleh karena itu, dalam hal anggaran, kami mengikuti arahan efisiensi dari pemerintah kota,” ujarnya pada wawancara pada Kamis, 18 Desember 2025.
Beberapa langkah efisiensi yang dilakukan oleh DPRD Kota Samarinda meliputi, pengurangan anggaran perjalanan dinas, penyusutan biaya makan dan minum rapat, memprioritaskan anggaran hanya untuk hal-hal krusial yang berkaitan langsung dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi), baik bagi ASN maupun anggota dewan.
“Pihak DPRD Bontang pun menyampaikan hal yang sama. Meskipun kapasitas APBD berbeda, semangatnya tetap satu, yaitu menyesuaikan dengan kepentingan daerah masing-masing berdasarkan aturan yang seragam,” tambahnya.
Selain persoalan efisiensi, pertemuan tersebut juga sempat menyinggung mengenai penyertaan modal dan penerima manfaat bantuan sosial. Terkait hal teknis tersebut, Nova menjelaskan bahwa detail pelaksanaan berada di tangan dinas teknis terkait.
“Mengenai teknis penerimaan bantuan, itu ranahnya dinas teknis. Kami di Sekretariat maupun anggota DPRD lebih menjalankan fungsi kontrol dan fasilitasi. Kami berhati-hati dalam menjelaskan detail teknis agar tidak terjadi kekeliruan informasi,” jelasnya.
Nova juga menyampaikan permohonan maaf karena anggota DPRD Samarinda tidak dapat menemui langsung rekan sejawat dari Bontang. Hal ini dikarenakan para anggota dewan sedang fokus menyelesaikan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang ditargetkan rampung sebelum akhir tahun.
