Samarinda, Natmed.id – Mengisi momentum libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, destinasi wisata keluarga populer di Samarinda, Rumah Ulin Arya, kembali memanjakan pengunjung dengan tajuk acara khusus.
Melalui gelaran bertajuk “Arya Kids Festival”, tempat wisata yang kental dengan nuansa alam ini menawarkan pengalaman berlibur yang tidak sekadar bermain, tetapi juga belajar.
Marketing Rumah Ulin Arya, Nufidah menjelaskan bahwa festival ini telah berlangsung sejak 24 Desember 2025 dan akan mencapai puncaknya hingga 4 Januari 2026 mendatang.
Menurutnya, acara ini sengaja dirancang untuk menjadi solusi liburan bagi anak-anak sekolah dan keluarga di Kalimantan Timur.
“Kita adakan Arya Kids Festival. Temanya adalah belajar, bermain, dan bergembira. Karena kita destinasi wisata keluarga, segmentasinya memang anak-anak dan orang tua mereka agar bisa berlibur bersama di sini,” ujar Nufidah saat ditemui pada Jumat, 2 Januari 2026.
Rumah Ulin Arya memiliki sejarah panjang sebelum menjadi destinasi besar seperti sekarang. Dibangun mulai tahun 2008, awalnya kawasan ini hanyalah area pribadi.
Namun, tingginya rasa penasaran masyarakat membuat sang pemilik memutuskan untuk mengomersilkannya pada tahun 2014.
Transformasi paling signifikan terlihat pada pengembangan wahana satwa. Bermula dari koleksi sederhana seperti kelinci dan kura-kura, kini Rumah Ulin Arya telah berkembang menjadi kebun binatang mini (minifarm) yang profesional.
“Dulu awalnya untuk pribadi saja, lalu tahun 2014 kita buka untuk umum. Awalnya masih kecil, mulai dari gathering perusahaan atau sekolah. Kemudian owner melihat peluang karena di Samarinda jarang ada kebun binatang, akhirnya kita kembangkan ke arah edukasi satwa,” ungkapnya.
Saat ini, koleksi satwa di Rumah Ulin Arya mencapai sekitar ratusan ekor, mencakup berbagai jenis mamalia, reptil, hingga burung. Beberapa satwa didatangkan dari luar pulau, seperti Burung Unta, namun ada juga yang merupakan hasil kurasi dari penyerahan masyarakat sekitar.
Salah satu keunggulan Rumah Ulin Arya adalah komitmennya mempertahankan pohon-pohon besar yang sudah ada sejak dulu demi menjaga habitat asli satwa.
Di tempat ini, pengunjung bisa melihat langsung satwa endemik Kalimantan, seperti Burung Enggang. Ia menambahkan bahwa interaksi antara pengunjung dan satwa diperketat melalui jadwal khusus demi kesejahteraan hewan.
“Kalau Sabtu, Minggu, dan tanggal merah, kita ada pertunjukan Animal Show. Salah satunya burung enggang baru kita keluarkan saat itu. Tujuannya edukasi, jadi anak-anak nggak cuma liburan, tapi pulang membawa cerita dan ilmu baru,” jelasnya.
Selain pertunjukan satwa, Arya Kids Festival juga dimeriahkan dengan atraksi sulap, talkshow edukasi bersama keeper profesional, mendongeng, hingga kegiatan kreatif seperti face painting.
Meski mengalami lonjakan pengunjung yang signifikan sejak awal tahun 2026. Ia mengakui bahwa tantangan utama wisata outdoor adalah cuaca.
Ia menceritakan pengalaman saat lokasi tersebut terdampak banjir, namun memastikan bahwa keselamatan satwa tetap menjadi prioritas utama dengan mengevakuasi mereka ke tempat yang lebih tinggi.
Melihat antusiasme warga yang tinggi, pihak pengelola juga memberi sinyal akan adanya pengembangan di masa depan, termasuk penambahan koleksi satwa besar seperti gajah atau jerapah, meski hal tersebut memerlukan persiapan legalitas dan sertifikasi yang ketat.
Menutup perbincangan, Vivi mengajak warga Samarinda dan sekitarnya untuk memanfaatkan sisa waktu liburan di awal Januari ini.
“Arya Kids Festival berlangsung sampai tanggal 4 Januari 2026 dengan banyak kegiatan dan tenant makanan. Ini bisa jadi pilihan utama keluarga Samarinda untuk berlibur,” pungkasnya.
Bagi pengunjung yang ingin datang, tiket masuk dibanderol seharga Rp70.000 untuk dewasa dan Rp30.000 untuk anak-anak, dengan opsi tambahan bagi yang ingin menikmati fasilitas lain seperti kolam renang dan lain-lain.
