Samarinda, Natmed.id — Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Mangun Karya dari Desa Bangun Mulya, Penajam Paser Utara (PPU) meraih juara utama bidang literasi digital pada KIM Fest 2025 di Kota Tangerang.

Kemenangan ini menonjol karena inovasi mereka menghidupkan kembali radio amatir desa dan membangun quick count pemilihan kepala desa secara mandiri.
Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik Diskominfo Kaltim Irene Yuriantini menyebut kemenangan ini sebagai bukti bahwa literasi digital tidak selalu bergantung pada teknologi mahal.
“Yang mereka lakukan itu sederhana, tapi tepat sasaran. Radio desa mereka tersambung ke toa masjid, sekali siaran satu desa dengar. Cara seperti ini dekat dengan budaya masyarakat,” ujar Irene usai sosialisasi di SMK 8 Samarinda pada Senin 24 November 2025.
Ia menambahkan bahwa KIM memiliki peran penting sebagai penghubung informasi publik. “Fungsi mereka mirip jurnalis desa mengabarkan kebijakan, menulis berita, sampai memantau isu. Tapi mereka berdiri mandiri, bukan PNS, itu yang membuat gerakan ini hidup,” jelasnya.
Di lapangan, pola komunikasi KIM memang unik. Beberapa KIM memilih mading, sebagian memakai speaker masjid, dan khusus Mangun Karya menggunakan radio amatir yang cakupannya menjangkau desa-desa sekitar.
Irene menyebut cara ini efektif karena tidak semua wilayah memiliki akses internet stabil. “KIM itu lahir dari masyarakat, bukan dibentuk dari atas. Karena itu mereka lebih bebas berinovasi. Tugas kami hanya menguatkan, bukan mengatur,” ucap Irene.
Ia berharap keberhasilan Mangun Karya menjadi pemantik bagi KIM lain di Kaltim untuk menciptakan pola komunikasi yang lebih kreatif.
“Kalau satu desa bisa membuat quick count dan radio sendiri, maka yang lain pun bisa. Tinggal kemauan dan kolaborasinya,” tuturnya.
Pranata Humas Ahli Muda Diskominfo Kaltim Awang Fauzan Rahman yang ikut mendampingi proses seleksi mengatakan Mangun Karya terpilih karena konsisten dan punya rekam jejak panjang dalam inovasi komunikasi.
“Festival KIM sudah kami ikuti tiga kali. Dua kali dapat juara, satu kali belum rezeki. Tahun ini Mangun Karya tampil paling siap. Mereka punya radio, punya sistem quick count, dan tim yang paham betul kebutuhan warga,” katanya.
Awang Fauzan menceritakan bahwa quick count buatan mereka menjadi salah satu penilaian tertinggi. “Quick count itu mereka rakit sendiri, dan dipakai betulan waktu pilkades. Akurat, sederhana, dan masyarakat percaya. Ini yang jarang dilakukan komunitas desa lain,” tukasnya.
Saat ini ada sekitar 30 KIM Kaltim yang terdaftar secara resmi di platform nasional kim.id, dengan Kukar dan Kutim sebagai daerah terbanyak. Diskominfo Kaltim rutin membina mereka melalui pelatihan jurnalistik, pengelolaan website, hingga penyusunan SOP publikasi.
