Samarinda, Natmed.id – Kick-off Siaran Piala Dunia 2026 yang digelar TVRI di Gelora Kadrie Oening (GKO), Samarinda, Minggu 1 Februari 2026, menarik ribuan warga dan menyebabkan kepadatan tinggi di sejumlah titik kawasan olahraga tersebut.
Arus pengunjung terus berdatangan dan memenuhi jalur jogging, area panggung utama, serta sentra UMKM. Kegiatan yang memadukan olahraga pagi, hiburan, dan sosialisasi hak siar Piala Dunia itu berlangsung bersamaan dengan rutinitas warga yang memanfaatkan GKO sebagai ruang publik.
Kepadatan paling terasa di sekitar panggung acara dan lapak kuliner, sehingga sebagian pengunjung harus memperlambat langkah atau menunggu antrean panjang untuk melintas.
Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Seno Aji yang hadir dalam kegiatan tersebut menilai antusiasme masyarakat sebagai gambaran kuatnya peran TVRI di wilayah Kalimantan Timur, terutama di daerah pelosok.
“Ini sangat membanggakan bagi kami di Kaltim karena masih banyak daerah-daerah pelosok yang belum bisa menerima siaran lain, tapi masih bisa menerima siaran TVRI. Ini menjadi angin yang segar bagi masyarakat Kaltim,” ujar Seno Aji dalam dialog siaran langsung.
Ia juga menjelaskan TVRI telah menjadi official broadcaster FIFA World Cup 2026, sehingga masyarakat Kaltim dapat mengikuti seluruh rangkaian pertandingan Piala Dunia tanpa kendala akses siaran.
“TVRI ini sudah resmi sebagai broadcaster Piala Dunia 2026,” katanya.
Pemprov Kaltim juga akan menyiapkan konsep nonton bareng (nobar) di berbagai lokasi mulai Juni hingga Juli 2026. Langkah tersebut diarahkan agar euforia Piala Dunia tidak terpusat di satu lokasi dan tetap tertata.
“Mulai 11 Juni sampai 19 Juli kita siapkan tempat-tempat nobar gratis. Kita juga akan undang UMKM Kaltim salah satunya di area stasiun dan ruang publik,” ucap Seno Aji.
Menurutnya, kegiatan nobar dirancang tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sarana menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Supaya masyarakat dapat hiburan gratis dan UMKM berkembang dengan baik,” lanjutnya.
Kepadatan massa juga dipicu kehadiran suporter Borneo FC Samarinda, Mendukung Sampai Akhir (MSA). Yel-yel suporter terdengar bergema di area GOR, memperkuat atmosfer sepak bola sekaligus menambah konsentrasi kerumunan di sekitar panggung.
Manajer Borneo FC Samarinda Danri Dauri melihat momentum tersebut sebagai bentuk dukungan publik terhadap sepak bola, meski Timnas Indonesia belum tampil di Piala Dunia 2026.
“Walaupun Timnas Indonesia belum lolos, Indonesia tetap hadir di Piala Dunia 2026 melalui TVRI sebagai broadcaster resmi,” ujar Danri.
Ia juga menekankan bahwa besarnya antusiasme masyarakat harus diimbangi dengan dukungan konkret bagi klub daerah.
“Kami berharap ke depan pemerintah provinsi bisa membantu mencarikan sponsor, karena Borneo FC ini bukan hanya milik satu orang, tapi milik seluruh masyarakat Kaltim,” katanya.
