Samarinda, Natmed.id – Sejak resmi dibuka pada November 2022, gerai kuliner Kentang Goreng Borneo yang berlokasi strategis di Jalan Cendana, tepat di samping gapura Gang 4, telah menjadi salah satu destinasi jajanan favorit warga Samarinda.
Usaha yang dirintis oleh Muhammad Gazali ini membuktikan bahwa dedikasi terhadap kualitas dan kemampuan beradaptasi dengan pasar adalah kunci utama dalam mempertahankan bisnis kuliner di era digital.
Ia tidak hanya mengandalkan kentang goreng sebagai menu tunggal. Gazali secara kreatif mengembangkan varian menu yang lebih beragam untuk memanjakan lidah pelanggan, mulai dari usus goreng, kulit goreng, hingga jamur goreng yang renyah.
Sebagai pelaku usaha mikro, Gazali tidak luput dari tantangan kenaikan harga bahan baku yang kerap terjadi secara tiba-tiba. Ia mengungkapkan bahwa harga kentang di pasaran sangat fluktuatif, terutama menjelang momen-momen besar seperti bulan Ramadan.
Saat ini, harga kentang di pasaran sempat menyentuh angka Rp14.000 per kilogram, naik dari harga normal yang biasanya berkisar antara Rp11.500 hingga Rp12.000.
Namun, alih-alih langsung menaikkan harga jual yang dapat memberatkan konsumen, Gazali memilih strategi bisnis yang lebih bijak melalui sistem subsidi silang antarmenu.
“Ada beberapa menu yang harganya stabil, kayak subsidi silanglah istilahnya. Walaupun kentang agak tinggi, tapi yang lainnya kan enggak ikut naik. Kentang saja sih yang naik turun harganya,” jelas Gazali saat diwawancarai, Minggu, 22 Februari 2026.
Keberhasilan Kentang Goreng Borneo juga tidak terlepas dari pemanfaatan media sosial yang efektif. Gazali bercerita bahwa usahanya sempat menjadi perbincangan hangat setelah dikunjungi oleh beberapa selebgram kuliner ternama, yang memicu lonjakan pelanggan hingga tiga kali masa viral.
Meski begitu, ia sadar bahwa viralitas hanyalah momentum awal, konsistensi adalah yang menjaga bisnis tetap bernapas. Penghasilan yang di dapat juga tidak hanya berasal dari gerobak dagangannya, berkat keaktifan dalam membuat konten dan live streaming, ia juga mendapat penghasilan dari gift yang diberi penontonnya.
“Ya berproseslah, dari awalnya cuma kentang saja mainnya. Sempat beberapa selebgram kuliner datang dan viral sampai tiga kali, cuma di sini yang agak konsisten karena saya setiap hari bikin video (konten) juga,” tambah Gazali mengenai upayanya terus berpromosi secara mandiri.
Dari yang awalnya hanya menawarkan menu kentang sederhana, kini Kentang Goreng Borneo telah tumbuh menjadi usaha yang memiliki identitas kuat di kawasan Jalan Cendana.
Gazali berharap agar usahanya dapat terus eksis dan memberikan kontribusi positif bagi geliat ekonomi kreatif di Samarinda, sembari tetap menjaga cita rasa khas yang selama ini dicintai oleh para konsumen setianya.
Bagi pecinta kudapan goreng yang renyah dan gurih, Kentang Goreng Borneo siap melayani setiap hari dengan pilihan bumbu yang beragam, langsung dari lokasinya yang ikonik.
