Jakarta, Natmed.id — Pemerintah Kota Probolinggo menggelar audiensi dengan Kementerian Perhubungan terkait rencana perpanjangan layanan Kereta Api Commuter Line Supas (Surabaya–Pasuruan) hingga Stasiun Probolinggo, Kamis 8 Januari 2026.

Audiensi dipimpin Wali Kota Probolinggo Aminuddin dan diterima langsung Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono di Kantor Kemenhub, Jakarta, setelah usulan perpanjangan rute tersebut disetujui secara prinsip.
Aminuddin menyampaikan perpanjangan layanan commuter line bertujuan memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat Probolinggo yang bekerja dan beraktivitas menuju Surabaya dan wilayah sekitarnya.
“Kehadiran commuter line akan memudahkan mobilitas masyarakat, meningkatkan keselamatan perjalanan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata,” ujar Aminuddin.
Dirjen Perkeretaapian Allan Tandiono menyatakan Kemenhub mendukung usulan tersebut dan akan menelaah kesiapan sarana, prasarana, serta standar pelayanan sebelum implementasi.
“Kami akan memastikan layanan eksisting tetap terjaga dan mengevaluasi kebutuhan sarana tambahan jika perpanjangan rute direalisasikan,” kata Allan.
Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api DJKA Arif Anwar menjelaskan jarak perpanjangan dari Pasuruan ke Probolinggo mencapai 38,6 kilometer dengan potensi penumpang yang dinilai cukup tinggi.
Menurut Arif, selama Januari hingga November 2025 tercatat 15.722 penumpang naik dan turun di Stasiun Probolinggo dari sejumlah kereta jarak menengah dan jauh yang melintas.
Ia menambahkan realisasi perpanjangan memerlukan kajian bersama Pemkot Probolinggo, PT KAI, dan KCI terkait demand penumpang, sarana, SPM, izin operasi, serta penyesuaian anggaran PSO.
Kemenhub merencanakan pola operasional dua perjalanan pulang pergi per hari dengan jadwal keberangkatan dini hari dan malam, dan menargetkan layanan Commuter Line Supas hingga Probolinggo dapat diluncurkan sebelum Lebaran 2026.
