National Media Nusantara
Nasional

Kemah Budaya HPN 2026 Dimulai, Insan Pers Disambut di Museum Multatuli

Teks: Peserta Kemah Budaya Baduy HPN 2026 di Museum Multatuli

Lebak, Natmed.id – Kemah Budaya Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dimulai dengan penyambutan peserta oleh Pemerintah Kabupaten Lebak di Pendopo Museum Multatuli, Rangkasbitung, Jumat 16 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian HPN 2026 yang dipusatkan di Provinsi Banten sekaligus penanda dimulainya agenda Kemah Budaya di kawasan adat Baduy.

Penyambutan dilakukan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Lebak Anik Sakinah yang mewakili Pemerintah Kabupaten Lebak. Ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran insan pers dari berbagai daerah di Indonesia yang mengikuti Kemah Budaya HPN 2026.

Anik menilai Kemah Budaya merupakan momentum strategis untuk memperkenalkan Kabupaten Lebak melalui karya jurnalistik yang berangkat dari kearifan lokal, khususnya budaya masyarakat Baduy yang hingga kini masih terjaga.

“Lebak mungkin tidak selalu terlihat dari kemewahan, tetapi kami ingin dilihat dari karya dan prestasi. Melalui tulisan dan karya rekan-rekan pers, wajah Lebak bisa dikenal lebih luas,” ujar Anik.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan insan pers dalam rangkaian HPN 2026 dapat memberikan dampak positif, baik bagi pelestarian budaya maupun pengembangan daerah. Anik juga menegaskan peran Diskominfo Lebak tidak hanya terbatas pada urusan media dan publikasi, tetapi juga pengembangan pemerintahan digital.

Menurutnya, indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Kabupaten Lebak telah mencapai angka 3,5. Capaian tersebut menunjukkan komitmen daerah dalam mendorong digitalisasi pemerintahan di tengah upaya menjaga kemurnian adat dan budaya lokal.

“Kami berusaha menyeimbangkan modernisasi dengan pelestarian adat. Baduy adalah contoh bagaimana nilai-nilai leluhur tetap dijaga di tengah perkembangan zaman,” katanya.

Sementara itu, Ketua Departemen Seni, Musik, Film, dan Budaya PWI Pusat Ramon Damora mengatakan Kemah Budaya HPN 2026 di Lebak merupakan terobosan baru dalam sejarah pelaksanaan HPN oleh PWI. Selama lebih dari empat dekade HPN digelar, kegiatan bertema budaya yang dilaksanakan langsung di kawasan adat Baduy baru pertama kali dilakukan.

“Ini adalah kesempatan langka. Kami hadir ke Lebak dan Baduy bukan semata untuk meliput, tetapi untuk belajar dari masyarakat Baduy tentang keteguhan hidup, kejujuran, kesederhanaan, dan cara merawat alam,” ujar Ramon.

Ramon menambahkan, Ketua Umum PWI Pusat Ahmad Munir telah berpesan agar seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan kerendahan hati serta menghormati adat istiadat dan pantang larang masyarakat Baduy. Nilai-nilai kehidupan masyarakat Baduy, menurutnya, hidup dalam keseharian dan menjadi pelajaran penting bagi insan pers.

Ia juga memastikan seluruh karya peserta Kemah Budaya, baik berupa laporan jurnalistik, feature, cerpen, maupun puisi, akan disebarluaskan melalui jaringan PWI yang memiliki lebih dari 30 ribu anggota di seluruh Indonesia. Karya-karya tersebut juga akan dibukukan dan diluncurkan pada puncak peringatan HPN 2026 di Serang, Banten, pada 9 Februari 2026.

Kemah Budaya HPN 2026 dijadwalkan berlangsung selama dua hari satu malam di wilayah adat Baduy Luar. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang refleksi dan pembelajaran bagi insan pers, sekaligus memperkuat peran jurnalisme dalam merawat nilai-nilai budaya dan kearifan lokal bangsa.

Related posts

72 Juta Keluarga Jadi Target Pembangunan, Daerah Diminta Jalankan PJPK

Aminah

Cegah Korupsi Penanganan Wabah Corona, KPK Keluarkan SE Pengadaan Barang atau Jasa

natmed

Calon Jemaah Haji Indonesia Diminta Proaktif Vaksin

Aditya Lesmana

You cannot copy content of this page