Purwakarta, Natmed.id – Kemacetan panjang terjadi di kawasan wisata Parang Gombong, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta, Kamis 1 Januari 2026. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, akses menuju destinasi wisata di bibir Waduk Jatiluhur itu lumpuh total akibat membeludaknya jumlah pengunjung.
Kemacetan terjadi sejak siang hari dan berlangsung hingga malam. Ribuan kendaraan roda dua maupun roda empat terjebak antrean panjang tanpa pergerakan berarti. Kepadatan terparah terjadi di titik pertemuan arus kendaraan dari jalur Loji–Karawang dan jalur Lingkar Barat Purwakarta menuju kawasan wisata Parang Gombong.
Pantauan di lapangan menunjukkan, antrean kendaraan mengular dari Kampung Ciputat hingga kawasan Kiara Bandung, Desa Kutamanah. Arus lalu lintas bahkan sempat berhenti total selama lebih dari satu jam.
“Ini baru pertama kali terjadi. Dari pagi sampai malam macet total, sama sekali tidak bergerak,” ujar Emi Maryami, warga Desa Kertamanah, yang ikut terjebak kemacetan saat hendak menjemput adiknya yang pulang ke kampung halaman.
Emi mengaku berangkat sekitar pukul 10.00 WIB, namun baru bisa keluar dari kemacetan setelah berjam-jam terjebak. Bahkan, kendaraannya sempat terserempet di perempatan Karawang hingga spion kanan copot akibat padatnya arus kendaraan.
“Saya berangkat pagi, tapi sampai malam belum juga bisa keluar dari kemacetan. Ini benar-benar pertama kali terjadi separah ini,” ujarnya.
Membeludaknya wisatawan dipicu tingginya minat masyarakat mengunjungi kawasan wisata Parang Gombong yang belakangan viral di media sosial. Akses jalan yang kini mulus usai perbaikan hotmix pada Oktober 2025 lalu turut mendorong lonjakan jumlah pengunjung.
Kondisi tersebut membuat arus kendaraan dari berbagai daerah seperti Karawang, Bekasi, hingga Jakarta memadati jalur menuju kawasan barat Waduk Jatiluhur secara bersamaan.
Meski pihak pengelola telah menyiapkan area parkir yang cukup luas, baik di kawasan wisata Parang Gombong, halaman Kantor Desa Kutamanah, hingga sepanjang warung dan rumah makan di tepi waduk, lonjakan kendaraan tetap tidak tertampung.
Dampaknya, selain kemacetan panjang, aktivitas warga dan wisatawan ikut terganggu. Sejumlah warung kehabisan stok makanan dan minuman, bahkan beberapa pedagang mengaku kehabisan bahan bakar karena tingginya aktivitas pengunjung.
Hingga pukul 22.00 WIB, kemacetan masih terjadi dan arus kendaraan belum sepenuhnya normal. Warga berharap ke depan ada pengaturan lalu lintas yang lebih maksimal serta rekayasa arus masuk kawasan wisata agar kejadian serupa tidak kembali terulang, khususnya saat momentum libur panjang.
