Samarinda

Kapolresta Samarinda Tekankan Strategi Komprehensif Pengamanan Mudik di Tengah Dinamika Global

Teks: Suasana Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Mahakam 2026 Kamis,12/3/26 (Natmed.id/Sukri)

Samarinda, Natmed.id – Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar menyoroti kondisi geopolitik internasional yang sedang tidak menentu. Ia memaparkan bahwa ketegangan di kawasan Timur Tengah telah memicu fluktuasi harga minyak dunia yang berdampak langsung pada stabilitas ekonomi dalam negeri.

Hal tersebut disampaikan pada kegiatan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Mahakam 2026 di Mako Polresta Samarinda yang dipimpin langsung oleh Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan personel maupun sarana prasarana.

“Kita harus waspada terhadap potensi gangguan kamtibmas yang dipicu oleh isu ekonomi, terutama terkait ketersediaan stok BBM dan LPG,” tegas Hendri Umar, Kamis 12 Maret 2026.

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menghindari tindakan panic buying, mengingat data dari Pertamina menunjukkan bahwa cadangan energi nasional dalam kondisi aman dan mencukupi untuk melayani kebutuhan Lebaran.

Operasi Ketupat Mahakam 2026 direncanakan berlangsung selama 13 hari, dimulai dari tanggal 13 hingga 25 Maret 2026. Skala pengamanan tahun ini melibatkan kekuatan yang sangat besar secara nasional guna menjamin kelancaran arus masyarakat.

Sebanyak 161.243 personel gabungan dikerahkan, terdiri dari unsur TNI, Polri, serta instansi terkait seperti Dishub, Satpol PP, dan BPBD.

Selain itu, didirikan total 2.746 pos, yang mencakup, 1.758 Pos Pengamanan (Pospam) untuk pemantauan wilayah, 839 Pos Pelayanan (Posyan) sebagai tempat istirahat dan bantuan medis bagi pemudik, 149 Pos Terpadu sebagai pusat kendali koordinasi lintas sektoral.

Objek pengamanan prioritas diberikan pada 185.607 titik strategis, mulai dari tempat ibadah, pusat perbelanjaan, hingga simpul transportasi seperti Bandara APT Pranoto dan Pelabuhan Samarinda.

Kapolresta Hendri Umar menjabarkan bahwa berdasarkan hasil survei, potensi pergerakan masyarakat tahun ini sangat masif, yakni mencapai 143,9 juta orang.

Mengantisipasi hal tersebut, kepolisian telah memetakan prediksi puncak arus lalu lintas. Arus mudik gelombang I diprediksi pada 14-15 Maret, disusul gelombang II pada 18-19 Maret 2026.

Arus balik gelombang I diperkirakan terjadi pada 24-25 Maret dan 28-29 Maret 2026 untuk gelombang II. Guna menekan angka kriminalitas selama rumah ditinggal penghuninya, Kombes Pol Hendri Umar menawarkan solusi konkret bagi warga Samarinda.

“Masyarakat dipersilakan melapor ke Polsek terdekat untuk pendataan rumah kosong. Selain itu, kami juga membuka layanan penitipan kendaraan bermotor di kantor-kantor polisi bagi warga yang khawatir meninggalkan kendaraannya di rumah,” jelasnya.

Menutup sambutannya, Hendri Umar menekankan pentingnya sikap humanis dalam bertugas. Dia menginstruksikan seluruh personel untuk mengedepankan langkah preventif dan edukatif.

Dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pramuka dan organisasi kemasyarakatan, diharapkan dapat memastikan setiap pemudik merasa aman dan nyaman hingga sampai ke kampung halaman.

Dengan kesiapan yang matang ini, Polresta Samarinda optimis dapat menyukseskan perayaan Idul Fitri 1447 H yang aman, tertib, dan kondusif.

Related posts

Bila 2029 Dipercaya Pimpin Samarinda, Saefuddin Zuhri Jamin Keberlanjutan Probebaya

Aminah

Sejarah Bubur Peca Warisan Lebih Seabad di Samarinda Seberang

Aminah

DPMPTSP Minta Investor Selaraskan Dokumen Perizinan

Sahal