National Media Nusantara
Samarinda

Kapolresta Samarinda Siagakan 1.100 Personel Kawal Aksi Unjuk Rasa

Teks: Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar

Samarinda, Natmed.id – Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar, memastikan pengamanan aksi unjuk rasa yang akan berlangsung besok 1 September 2025, berjalan aman dan tertib.

Sebanyak 1.100 personel gabungan telah disiapkan untuk menjaga jalannya aksi unjuk rasa, dan akan diikuti oleh lembaga masyarakat lainnya yang diperkirakan sekitar 73 elemen masyarakat.

“Kami sudah menyiapkan segala sesuatunya, termasuk personel yang akan diturunkan. Pengamanan akan dilakukan dengan pendekatan humanis, tanpa kekerasan, sesuai prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya, pada Minggu, 31 Juni 2025.

Menurutnya, unjuk rasa merupakan hak setiap warga negara sebagaimana dijamin dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28 serta Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

Karena itu, Polresta Samarinda berkomitmen untuk memberikan ruang aspirasi sekaligus memastikan keamanan masyarakat.

“Tidak ada alasan bagi aparat untuk melakukan tindakan di luar ketentuan. Kami sudah ingatkan seluruh anggota, tidak boleh ada kekerasan. Proses pengendalian massa harus sesuai aturan, mulai dari Perkap Nomor 16 Tahun 2006 tentang Pengendalian Massa hingga Protap Nomor 1 Tahun 2010 tentang Penanggulangan Anarkis,” jelasnya.

Ia menegaskan, meskipun aksi dipastikan mendapat pengawalan ketat, sikap polisi tetap mengedepankan dialog dan mediasi.

Pembubaran massa baru akan dilakukan jika melewati waktu yang ditentukan, yakni pukul 18.00 WITA, dan itu pun tetap dengan cara yang persuasif.

“Kami berharap adik-adik mahasiswa maupun elemen masyarakat yang turun bisa menyampaikan aspirasinya dengan bermartabat, beretika dan penuh tanggung jawab. Dari komitmen yang kami terima, mayoritas mereka siap melaksanakan aksi dengan tertib,” ujarnya.

Selain mengandalkan kekuatan personel, Polresta Samarinda juga mendapatkan dukungan dari sejumlah komunitas masyarakat.

Sejumlah organisasi, mulai dari pengemudi ojek online hingga kelompok seperti Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan Banser, telah menyatakan kesediaan membantu menjaga markas Polresta selama pengamanan aksi berlangsung.

“Dukungan ini sangat berarti bagi kami. Tanpa diminta, mereka menawarkan diri menjaga mako Polresta Samarinda. Padahal di beberapa daerah lain ada kasus markas polisi yang diserang massa. Kehadiran mereka membuat kami bisa lebih fokus mengawal aksi,” ucapnya.

Sebelumnya, Polresta Samarinda juga telah melakukan pendekatan dialogis dengan komunitas ojek online.

Kegiatan sosial berupa doa bersama dan santunan ke panti asuhan dilaksanakan untuk mendoakan almarhum Affan Kurniawan sekaligus mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.

“Kami ingin menunjukkan bahwa kepolisian hadir dengan empati, bukan hanya sebatas penegakan hukum. Doa bersama dan kegiatan sosial ini bentuk nyata solidaritas terhadap peristiwa di Jakarta, sekaligus untuk menenangkan suasana,” tambahnya.

Ia menegaskan, prioritas utama Polresta Samarinda adalah menjaga keamanan kota agar tetap kondusif.

“Kami hanya punya satu tujuan, menciptakan Samarinda yang aman dan tertib. Tidak ada kepentingan lain, kami hanya melaksanakan tugas untuk memastikan aspirasi masyarakat tersampaikan tanpa mengganggu ketertiban umum,” tutupnya.

Related posts

My Kitchen Samarinda Terima Pesanan Dadakan untuk Setiap Acara

Aminah

Tolak Satu Arah di Jalan Abul Hasan, Pelaku Usaha Mengaku Rugi Besar

Aminah

Puncak Keramaian Hotel di Samarinda Mulai Maret hingga Desember

Aminah

You cannot copy content of this page