Samarinda, Natmed.id – Persiapan keberangkatan jemaah haji asal Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) untuk musim haji tahun 1447 H / 2026 M telah memasuki tahap finalisasi.
Kementerian Haji dan Umrah Kaltim mengonfirmasi bahwa ribuan jemaah akan mulai bertolak menuju Tanah Suci pada akhir April mendatang dengan manajemen yang diklaim jauh lebih siap.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Kaltim Mohlis Hasan merincikan bahwa jadwal keberangkatan akan dimulai secara resmi pada 27 April 2026.
Sehari sebelum jadwal terbang, seluruh jemaah diwajibkan sudah memasuki asrama haji untuk menjalani proses administrasi terakhir.
“Jemaah masuk embarkasi tanggal 26, kemudian tanggal 27 sudah diberangkatkan. Karena setelah 24 jam jemaah wajib diberangkatkan ke Tanah Suci,” ungkap Mohlis pada Kamis, 9 April 2026.
Guna memastikan kelancaran seluruh rangkaian ibadah, pemerintah telah melakukan serangkaian persiapan matang, mulai dari pembentukan panitia pusat hingga konsolidasi internal yang intensif.
Selain itu, rapat koordinasi lintas sektoral pun digelar dengan melibatkan berbagai instansi strategis guna mengantisipasi segala kendala teknis.
“Kami sudah membentuk panitia dari pusat kemudian melakukan konsolidasi internal, serta rapat koordinasi dengan lintas sektor seperti imigrasi, bandara, Angkasa Pura, kesehatan, dan pihak terkait lainnya,” jelasnya.
Mohlis menilai bahwa penyelenggaraan haji tahun ini memiliki kualitas persiapan yang lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Hal ini dimungkinkan karena perencanaan dilakukan jauh lebih awal, sehingga memberikan waktu yang lebih luas bagi panitia untuk melakukan pelatihan maksimal.
“Persiapan tahun ini lebih matang karena dirancang lebih awal, sehingga waktu lebih longgar dan pelatihan panitia juga lebih maksimal,” terangnya.
Tahun 2026 ini, jemaah haji asal Kalimantan Timur tercatat sebanyak 3.166 orang yang akan terbagi ke dalam 17 kelompok terbang (kloter). Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan sebanyak 603 orang jika dibandingkan dengan kuota tahun lalu.
Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan jemaah, pemerintah juga menyertakan sekitar 30 petugas pendamping profesional.
Merespons dinamika kondisi global, Mohlis memberikan penegasan bahwa hingga saat ini tidak ada kebijakan perubahan jadwal atau penundaan, baik dari pemerintah pusat maupun otoritas Arab Saudi.
“Tidak ada instruksi penundaan. Jadi jemaah tidak perlu khawatir, pemberangkatan tetap sesuai jadwal,” tegasnya.
Selain itu, Mohlis memberikan peringatan keras kepada masyarakat agar tetap waspada dan tidak tergiur dengan tawaran perjalanan haji atau umrah jalur cepat yang tidak melalui prosedur resmi.
“Kalau ada tawaran seperti itu, sebaiknya dikonfirmasi dulu ke kami. Jangan mudah percaya,” imbaunya.
Ia juga mengingatkan seluruh jemaah untuk mulai memfokuskan diri pada persiapan fisik dan mental. Mengingat cuaca dan aktivitas ibadah yang berat, jemaah diminta disiplin menjaga kesehatan serta mengikuti seluruh arahan resmi pemerintah selama prosesi ibadah berlangsung di Tanah Suci.
