Ekonomi

Jelang Ramadan, Pemerintah Perkuat Pengawasan Harga dan Distribusi Bahan Pokok

Teks: Ali Wardana Kabid Perdagangan DP2KUKM Kaltim (Natmed.id/Sukri)

Samarinda, Natmed.id — Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (DP2KUKM) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Ali Wardana menegaskan bahwa pemerintah daerah (pemda) terus memperkuat pengawasan harga dan distribusi bahan pokok menjelang Ramadan melalui pemantauan harian dan pengawasan terpadu.

Ali menjelaskan, pemantauan harga tidak dilakukan secara insidental melalui sidak semata, melainkan dilakukan setiap hari melalui sistem pasar pantau yang terintegrasi dengan Kementerian Perdagangan. Di Kaltim terdapat 11 pasar pantau yang menjadi sumber data harga harian.

Data tersebut dikumpulkan oleh kabupaten dan kota, diverifikasi di tingkat provinsi, lalu dilaporkan ke kementerian sebagai dasar pengambilan kebijakan nasional.

Selain pemantauan rutin, pemerintah juga akan melaksanakan pengawasan terpadu bahan pokok pada 12 Februari di Balikpapan. Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM), Dinas Pertanian, Perikanan, Peternakan hingga aparat penegak hukum.

Pengawasan tersebut difokuskan pada kesesuaian standar barang, perizinan, serta kualitas produk yang beredar di masyarakat.

Ali memastikan, pemerintah juga telah menyiapkan langkah pengendalian harga melalui pasar murah dan operasi pasar yang akan digelar menjelang Ramadan. Program tersebut akan disinergikan dengan pemerintah kabupaten dan kota sesuai kebutuhan wilayah masing-masing.

Dalam jangka panjang, Pemprov Kaltim telah merancang pembangunan Pusat Distribusi Pangan Provinsi sebagai solusi penguatan distribusi dan stabilitas pasokan. Fasilitas ini dirancang untuk menampung berbagai komoditas pangan dengan sistem penyimpanan yang disesuaikan dengan karakter barang.

Lebih lanjut Ali menegaskan, Meski saat ini masih terkendala penyesuaian anggaran, DP2KUKM telah menyiapkan perencanaan berupa gudang penyimpanan barang pokok di Mahulu dan kajian pembangunan pusat distribusi tersebut telah berjalan dan menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah.

“Yang terpenting, pasokan aman dan pengawasan berjalan. Itu yang terus kami jaga,” pungkasnya.

Related posts

Alfarobi Yakin Ansor Kutim Mampu Membaca Peluang

Febiana

Pemkot Samarinda Matangkan Regulasi Distribusi BBM, Simulasi Lapangan Sebelum Surat Edaran

Sukri

Selama Tutup, Kenari Waterpark Rugi Ratusan Juta

natmed