Samarinda, Natmed.id – Selain memastikan kesiapan keberangkatan, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) juga menyiapkan berbagai fasilitas bagi 1.024 calon jemaah haji (CJH) asal Samarinda guna menunjang kelancaran ibadah di Tanah Suci.
Kepala Seksi Pelayanan dan Fasilitas Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kemenhaj dan Umrah Samarinda Muhammad Djuni menjelaskan jemaah akan mendapatkan layanan lengkap sejak berada di embarkasi hingga sebelum keberangkatan ke Arab Saudi.
“Di embarkasi, jemaah akan memperoleh gelang identitas, paspor dan visa, living cost, makan dan minum, serta pembinaan manasik sebelum berangkat,” ujarnya, Minggu 5 April 2026.
Selain fasilitas administrasi dan konsumsi, jemaah juga akan mendapatkan pembinaan lanjutan, khususnya bagi ketua regu dan ketua rombongan, guna memastikan koordinasi berjalan optimal selama di Tanah Suci.
Dari sisi kesehatan, Djuni mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah jemaah yang masuk kategori risiko tinggi. Meski demikian, kondisi tersebut dinilai masih dapat ditangani dengan baik karena sebagian besar jemaah didampingi oleh keluarga atau pendamping.
“Memang ada yang risiko tinggi, tapi alhamdulillah banyak yang mendampingi sehingga memudahkan petugas dalam melakukan pemantauan,” jelasnya.
Untuk mendukung pelayanan, sebanyak 18 petugas haji dari Samarinda disiapkan. Setiap kloter akan didampingi empat petugas yang terdiri dari ketua kloter, pembimbing ibadah, dokter, serta tenaga medis.
“Per kloter ada empat petugas, termasuk dokter dan tenaga medis. Total sekitar 18 petugas dari Samarinda,” ungkapnya.
Di antara ribuan jemaah tersebut, terdapat jemaah tertua berusia 88 tahun atas nama Saleha. Sementara jemaah termuda berusia 17 tahun Muhammad Fahri, yang berangkat menggantikan orang tuanya yang telah meninggal dunia.
“Yang paling sepuh 88 tahun, dan yang termuda 17 tahun karena menggantikan orang tuanya,” katanya.
Kemenhaj dan Umrah juga mengingatkan jemaah untuk menjaga kondisi kesehatan menjelang keberangkatan serta mematuhi aturan selama berada di Arab Saudi agar ibadah berjalan lancar.
“Kami berharap jemaah menjaga kesehatan dan mematuhi aturan yang berlaku di sana agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalankan dengan baik,” harap Djuni.
