National Media Nusantara
Nasional

Indonesia–Tiongkok Sepakati Proyek Industri Senilai Rp36 Triliun

Teks: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Jakarta, Natmed.id – Pemerintah Indonesia dan Tiongkok menyepakati 16 proposal proyek industri dengan nilai total Rp36,4 triliun sebagai bagian dari penguatan kerja sama perdagangan, investasi, dan integrasi industri antara kedua negara.

Kesepakatan proyek tersebut tercapai dalam rangkaian perayaan 20 tahun China Chamber of Commerce in Indonesia (CCCI) di Jakarta, Jumat 9 Januari 2026, yang dihadiri langsung Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Proyek-proyek itu merupakan bagian dari inisiatif Two Parks Twin Countries (TCTP) yang bertujuan memperkuat kolaborasi industri dan integrasi rantai pasok Indonesia–Tiongkok.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kerja sama Indonesia dan Tiongkok memiliki fondasi yang sangat kuat karena ditopang oleh besarnya pasar dan posisi strategis kedua negara di tingkat global.

“Dengan populasi 1,4 miliar jiwa, Tiongkok berada di urutan kedua dunia, sementara Indonesia dengan 285 juta jiwa berada di urutan keempat. Keduanya anggota G20 dan Tiongkok merupakan ekonomi terbesar kedua dunia dengan PDB USD17,8 triliun, sedangkan Indonesia USD1,4 triliun. Ini pasar besar yang menawarkan peluang bagi kedua negara,” ujar Airlangga.

Indonesia dan Tiongkok saat ini tercatat sebagai mitra dagang utama dengan nilai perdagangan mencapai USD135,2 miliar pada 2024. Selain perdagangan, kerja sama juga terus diperluas melalui penguatan sektor industri dan investasi strategis.

Inisiatif Two Parks Twin Countries yang pertama kali diluncurkan pada 2021 kembali diperkuat melalui pembaruan nota kesepahaman pada Mei 2025. Nota tersebut ditandatangani langsung oleh Menko Airlangga dan Menteri Perdagangan Republik Rakyat Tiongkok Wang Wentao, serta disaksikan Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Li Qiang.

Melalui skema TCTP, Indonesia dan Tiongkok mendorong integrasi kawasan industri, fasilitasi investasi, dan penguatan rantai pasok lintas negara. Enam belas proyek yang disepakati mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari logam dasar, pengolahan daging dan makanan laut, tekstil, teh, furnitur, hingga pengembangan drone, baterai, dan kecerdasan buatan.

“Ke depan, Indonesia menyambut baik kolaborasi yang lebih dalam di bidang infrastruktur, logistik, industri hilir, manufaktur, energi terbarukan, ekonomi digital, kecerdasan buatan, komputasi kuantum, ketahanan pangan, kesehatan, serta pengembangan sumber daya manusia,” kata Airlangga.

Pemerintah Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk terus memperbaiki iklim investasi melalui reformasi regulasi, pembangunan infrastruktur, dan konsistensi kebijakan. Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah telah membentuk gugus tugas percepatan program strategis guna mempercepat proses investasi.

Acara tersebut turut dihadiri Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Transmigrasi, Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Ketua CCCI, serta Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Related posts

DLH Nilai Pola Hidup Praktis Picu Masalah Sampah di Probolinggo, TPA Seboro Hampir Penuh

Sahal

Penerapan Digitalisasi di Hulu Migas, Langkah Besar dalam Pembangunan Nasional

Laras

Muhammadiyah Kaltim Gelar Tarawih Perdana di Ramadan 1443 Hijriah

natmed

You cannot copy content of this page