Kalimantan Timur

IMM Tegaskan Komitmen Jadi Mitra Kritis Pemkot Samarinda

Teks: Ketua DPD IMM Kaltim, Andri Rifandi saat diwawancara awak media pada Jumat,3/4/26 (Natmed.id/Sukri)

Samarinda, Natmed.id – Ketua Umum DPD IMM Kaltim Andri Rifandi menyampaikan momentum Milad kali ini bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan mempertegas posisi IMM dalam pembangunan daerah, khususnya di Ibu Kota Kalimantan Timur.

“Kami mengundang seluruh keluarga besar, mulai dari pengurus cabang Samarinda, Balikpapan, Kukar, hingga Bontang. Kehadiran Pak Wali Kota di sini sangat krusial karena bagi kami, beliau bukan sekadar pejabat publik, tapi juga sosok senior yang memahami akar gerakan IMM,” ujar Andri Rifandi dalam sesi wawancara bersama awak media usai kegiatan pada Jumat malam, 3 April 2026, di Kampus Muhammadiyah, Samarinda.

Andri menekankan hubungan antara IMM dan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda berjalan di atas rel profesionalisme organisasi. Ia menyebut istilah mitra strategis sekaligus mitra kritis sebagai bentuk kontribusi mahasiswa terhadap kebijakan publik.

“IMM memposisikan diri sebagai mitra strategis untuk mendukung program yang pro-rakyat, namun tetap menjadi mitra kritis jika ada kebijakan yang perlu dievaluasi. Kami memberikan kontribusi berupa pemikiran kritis dan gerakan kolaborasi demi perbaikan Kota Samarinda ke depan,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa Wali Kota Andi Harun memberikan ruang yang luas bagi kader-kader IMM untuk berpartisipasi aktif.

“Pesan Pak Wali sangat jelas, beliau mendorong kami untuk terus bergerak maju dan melihat potensi daerah. Beliau sangat terbuka terhadap masukan-masukan strategis dari kader IMM,” imbuhnya.

Secara khusus Andri memberikan apresiasi terhadap perubahan signifikan yang dialami Samarinda sejak tahun 2020. Penataan tata ruang dan pembangunan infrastruktur menjadi sorotan utama yang dianggap sebagai kemajuan peradaban kota.

“Kami sangat mengapresiasi kemajuan Samarinda, terutama terkait penataan tata ruang. Hadirnya ikon baru seperti Teras Samarinda bukan hanya soal keindahan, tapi juga solusi untuk ketertiban lalu lintas dan simbol kemajuan kota kita,” puji Andri.

Andri mengingatkan seluruh kader untuk memegang teguh filosofi organisasi dalam berinteraksi dengan pemerintah maupun masyarakat.

“Filosofi kita adalah ikhlas beramal dalam bakti. Ini menekankan pada nilai humanitas. Setiap gerakan dan kritik yang kami sampaikan semata-mata adalah bentuk bakti kami untuk masyarakat luas, bukan untuk kepentingan internal organisasi saja,” pungkasnya.

Related posts

Kapal Karya Anak Kaltim Dilirik Maladewa

Aditya Lesmana

Transformasi Kesehatan Fondasi Utama Kemajuan Bangsa

Intan

Akmal Malik Ingatkan Pegawai Pemerintah Tidak Alergi Kritik yang Konstruktif

Irawati