Ekonomi

Harga Daging Sapi dan Ayam di Pasar Pagi Melambung Menjelang Lebaran

Teks: Daging Ayam Yang Dijual di Lapak Dian

Samarinda, Natmed.id – Menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 H, stabilitas harga pangan di Kota Samarinda mulai goyah. Pantauan langsung di Pasar Pagi menunjukkan tren kenaikan harga yang signifikan pada dua komoditas utama, yakni daging sapi dan daging ayam potong.

Teks: Penjual Daging Sapi di Pasar Pagi, Anton Keluhkan Harga Daging Sapi Sudah Mahal Dari Distributor.(Natmed.id/Sukri)

Kenaikan ini dipicu oleh tingginya harga modal dari distributor serta mulai menipisnya stok di pasaran. Anton, seorang pedagang daging sapi di Pasar Pagi, mengungkapkan bahwa harga daging sapi terus mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir.

Ia menyebutkan bahwa harga modal yang dipatok oleh Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Tanah Merah sudah berada di angka yang sangat tinggi. Daging kualitas super nomor 1 kini menyentuh harga Rp175.000 per kg. Daging Kualitas nomor 2 dibanderol seharga Rp165.000 per kg.

Anton memprediksi harga bisa menembus Rp200.000 per kg saat mendekati H-1 Lebaran jika permintaan melonjak namun pasokan tetap terbatas.

“Kami serba salah. Dari jagal (distributor) harga modalnya saja sudah Rp165.000. Kalau kami jual di bawah itu, kami rugi. Tapi kalau dijual terlalu tinggi, pembeli jadi sepi,” pungkas Anton saat ditemui di lapaknya pada Rabu, 18 Maret 2026

Kondisi yang lebih mengkhawatirkan terpantau di lapak daging ayam. Dian, salah satu pedagang ayam di pasar tersebut, menyatakan bahwa selain harga yang melonjak, pasokan barang dari pihak distributor pun mulai sulit didapat.

Dian merincikan beberapa poin krusial terkait kondisi pasar ayam saat ini yaitu, harga ayam mengalami kenaikan rata-rata Rp2.000 setiap harinya selama beberapa hari mendekati Lebaran.

Harga jual saat ini mencapai Rp32.500 per kg, jauh dari harga normal yang biasanya berada di kisaran Rp25.000 hingga Rp27.000. Jenis ayam telur (ayam putih) dilaporkan sedang mengalami kekosongan stok total di tingkat distributor.

Untuk ayam ukuran 2 kg, pedagang harus mengeluarkan modal sekitar Rp65.000 per ekor, yang membuat harga jual ke konsumen menjadi sangat tinggi.

Selain faktor harga, para pedagang di Pasar Pagi juga mengeluhkan penurunan jumlah pengunjung. Dian menyebutkan bahwa suasana pasar tahun ini ada penurunan.

Faktor relokasi pedagang dan kondisi ekonomi masyarakat yang sedang melakukan penghematan diduga menjadi penyebab utama sepinya pembeli.

Para pedagang berharap pemerintah daerah segera melakukan intervensi pasar atau operasi pasar murah untuk menekan harga modal dari distributor. Jika dibiarkan, mereka khawatir daya beli masyarakat akan terus menurun hingga hari raya tiba.

Related posts

5 Motif Sarung dan 12 Tarian Dayak Samarinda Resmi Terlindungi HKI

Aminah

Ratusan Pemilik SKTUB Pasar Pagi Samarinda Desak Disdag Minta Kejelasan Lapak

Sukri

DPTPH Kaltim Bentuk 70 Brigade Pangan dari Kalangan Milenial

Sukri