Politik

Hamas Sebut Lebih Efisien Beli Mobil Baru

Teks: Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas'ud Saat Memberikan Keterangan Pers, Jumat 27/2/2026 (Natmed.id/Aminah)

Samarinda, Natmed.id – Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud menilai pengadaan mobil dinas baru gubernur perlu dilihat dari perspektif efektivitas jangka panjang dan kebutuhan medan geografis Kaltim yang ekstrem.

Ia menyebut efisiensi anggaran tidak bisa dimaknai semata sebagai penghematan jangka pendek, tetapi juga harus mempertimbangkan efektivitas biaya dan waktu dalam mendukung kinerja kepala daerah.

“Saya melihat efisiensi itu dalam jangka panjang. Kalau kita pakai kendaraan yang ada sekarang, sebentar-sebentar masuk bengkel. Itu tidak efektif dari segi waktu, biaya, dan bahkan bisa berdampak pada anggaran karena kunjungan kerja jadi tidak maksimal,” ujar Hasanuddin Mas’ud (Hamas) saat ditemui di Kantor DPRD Kaltim, Jumat 27 Februari 2026.

Mobil dinas gubernur bukan sekadar fasilitas kenyamanan, melainkan sarana kerja untuk menjangkau daerah-daerah terpencil untuk melakukan pengawasan langsung di lapangan. Gubernur Kaltim kerap turun langsung meninjau proyek strategis, termasuk ke wilayah yang sulit diakses seperti Mahakam Ulu.

“Gubernur turun langsung ke lapangan, melihat kenapa pembangunan ada yang tidak sesuai. Temuan-temuan muncul karena beliau datang langsung,” katanya.

Hamas juga membandingkan pengadaan kendaraan dinas dengan opsi sewa transportasi udara yang pernah dilakukan sebelumnya. Ia menyinggung pengalaman sebelumnya saat masa Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik menyewa helikopter dengan biaya mencapai Rp2 miliar per bulan.

“Wilayah Kaltim ini luas. Ke Mahulu, ke Berau, atau ke daerah banjir, kalau lewat darat bisa makan waktu berhari-hari. Dulu kita sewa helikopter sampai Rp2 miliar per bulan. Kalau dibandingkan, pengadaan sarana sendiri justru bisa lebih efisien sepanjang fiskalnya mencukupi,” jelasnya.

Terkait jenis kendaraan, politisi Golkar itu menyebut medan Kaltim menuntut kendaraan berkapasitas tinggi dan tangguh. Kendaraan standar seperti Pajero atau Fortuner tidak selalu memadai untuk tanjakan ekstrem dan jalur berat yang kerap dilalui gubernur.

“Kalau gubernur maunya kendaraan yang memang kuat di lapangan, seperti Land Cruiser, ya wajar. Medannya berat, tanjakan, dan jalur panjang. Kami saja tidak sanggup mengikuti beliau di lapangan,” ujarnya.

Ia juga mengaitkan intensitas kunjungan Gubernur Rudy Mas’ud dengan percepatan pembangunan infrastruktur jalan. Hamas mencontohkan kondisi jalan ke Mahulu yang kini mulai membaik setelah sering dilalui kepala daerah.

Related posts

Samarinda Siapkan Inovasi Pengelolaan Sampah Berbasis Energi

Intan

Rencana Mobil Dinas Baru DPRD Kaltim Masih Pembahasan, Belum Final

Aminah

Seperti Air Mengalir, Qomariyah – Ansarullah : Serahkan 44.297 Syarat Dukungan ke KPU

natmed