Samarinda, Natmed.id – Memasuki H-1 perayaan Idulfitri 1447 H, aktivitas arus mudik di Terminal Lempake, Samarinda menunjukkan tren yang cenderung landai.
Berdasarkan pantauan di lapangan, belum terjadi lonjakan penumpang yang signifikan sebagaimana yang biasa terjadi pada periode mudik tahun-tahun sebelumnya.

Marsel, staf Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim yang bertugas di Terminal Lempake menjelaskan bahwa situasi operasional terminal sejak H-7 hingga saat ini masih berjalan sangat lancar. Ia membandingkan kondisi tahun ini dengan periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) lalu yang jauh lebih padat.
“Kalau kami lihat dari H-7 itu masih terlihat lancar saja. Biasanya kalau sudah masuk H-3 itu sudah masif sekali penumpangnya. Seperti Nataru kemarin, jam 10 pagi saja sudah ada 6 bus yang berangkat khusus tujuan Bontang saja, belum yang ke Sangatta,” ungkap Marsel, Kamis, 19 Maret 2026.
Hingga pukul 11.00 Wita, tercatat sudah ada 4 armada bus tujuan Bontang yang diberangkatkan, sementara untuk rute Sangatta tengah mempersiapkan pemberangkatan armada ke-4.
Meskipun jumlah armada yang disiapkan mencapai 10 bus per hari untuk menyambut Lebaran, rata-rata keterisian kursi tidak mencapai puncaknya secara bersamaan.
Marsel menambahkan, kondisi penumpang pada pagi hari memang sempat terlihat agak ramai, namun memasuki tengah hari suasana di ruang tunggu kembali sepi.
Menurutnya, salah satu faktor yang membuat arus mudik tahun ini tidak menumpuk adalah adanya perbedaan jadwal libur antara mahasiswa dan cuti bersama pemerintah, sehingga keberangkatan pemudik lebih terbagi atau mencicil.
“Tahun ini beda, mungkin karena libur mahasiswa beda sama cuti bersama, jadi mereka pulangnya cicil-cicil, tidak langsung masif seabrak gitu. Ditambah lagi sekarang sudah ada akses pelabuhan langsung ke Bontang dari Sulawesi, jadi penumpang yang biasanya turun di Balikpapan lalu sambung bus lewat sini sudah berkurang jauh,” pungkasnya.
Pihak terminal memastikan bahwa operasional akan tetap berjalan pada hari H Lebaran dengan menyiagakan setidaknya dua armada bus untuk melayani masyarakat yang masih ingin melakukan perjalanan antarkota di Kalimantan Timur.
