National Media Nusantara
Ekonomi

Gelombang Investasi Baru Bakal Serbu Kaltim, Tiongkok Tertarik Bangun Sektor Hijau

Teks: Kepala DPMPTSP Kaltim, Fahmi Prima Laksana.

Samarinda, Natmed.id — Arus minat investasi asing ke Kalimantan Timur (Kaltim) terus meningkat pada akhir 2025. Sejumlah pengusaha dari Tiongkok dijadwalkan datang dalam beberapa pekan ke depan untuk meninjau langsung peluang investasi, mulai dari energi terbarukan hingga industri manufaktur berbasis komoditas lokal.

Informasi tersebut disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim Fahmi Prima Laksana saat ditemui usai menghadiri Rakerda Hipmi Kaltim di Mercure Samarinda, Selasa 2 Desember 2025.

Fahmi mengatakan meningkatnya ketertarikan investor Tiongkok tidak lepas dari jalinan sister province antara Kaltim dengan beberapa provinsi di Tiongkok, serta kunjungan luar negeri yang dilakukan Pemprov bersama Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji belum lama ini.

“Beberapa waktu lalu kita menerima undangan resmi dari pemerintah provinsi mitra kami di Tiongkok. Banyak pengusaha yang menyatakan minat sangat besar untuk menanamkan modal di Kaltim. Mereka datang bukan sekadar survei, tapi benar-benar ingin melihat lokasi pengembangan,” ujarnya.

Menurutnya, sektor yang paling diminati adalah energi baru terbarukan (EBT), terutama proyek pembangkit listrik ramah lingkungan.

“Kalau kita lihat tren minatnya, energi terbarukan itu yang paling banyak ditanyakan. Mereka ingin masuk ke proyek listrik berbasis EBT karena ke depan kebutuhan energi hijau makin besar, termasuk untuk kawasan industri baru,” jelas Fahmi.

Selain EBT, minat investor juga mengarah pada sektor peternakan ayam skala besar, yang dinilai memiliki potensi pasar kuat seiring peningkatan konsumsi masyarakat dan kebutuhan industri.

“Sektor peternakan ini juga menjadi perhatian mereka. Ada beberapa perusahaan yang sudah meminta data lokasi dan kapasitas yang bisa dikembangkan,” katanya.

Yang terbaru, Fahmi mengungkap adanya rencana pendirian pabrik ban berbasis karet alam oleh perusahaan asal Tiongkok. Meskipun lokasi masih dalam tahap kajian, Kutai Barat menjadi salah satu kandidat karena dekat dengan sumber bahan baku.

“Ada rencana besar membangun pabrik ban. Ini industri padat modal dan berpotensi membuka banyak lapangan kerja. Mereka masih dalam tahap penelitian, tapi Kutai Barat itu ideal karena dekat dengan kebun karet,” terangnya.

Fahmi menegaskan bahwa gelombang investasi dari Tiongkok saat ini merupakan yang paling agresif dibanding negara lain.

“Memang saat ini yang paling serius itu dari Tiongkok. Mereka datang minggu-minggu ini. Dokumen-dokumen resmi minat investasinya juga sudah ada, nanti akan kami sampaikan setelah proses administrasinya lengkap,” kata Fahmi.

Ia berharap masuknya investasi asing dapat memperluas struktur ekonomi Kaltim yang selama ini bertumpu pada sektor ekstraktif.

“Kami dorong transformasi ekonomi. Kalau industri hijau dan manufaktur bisa tumbuh, Kaltim tidak hanya menjadi pasar, tapi menjadi pemain di tingkat nasional,” tutupnya.

Related posts

Perempuan Kaltim Miliki Potensi Besar Majukan UMKM

Rhido

PT Berkah Salama Jaya Launching Kemitraan Kelompok Ternak Makmur Jaya

natmed

Forum Investasi Pasuruan 2025 Bangun Sinergi Lintas Sektor

Sahal

You cannot copy content of this page