Samarinda

Fasilitas Teras Samarinda Mulai Rusak, Pengelola Diminta Segera Perbaiki

Teks: Kondisi Bangku di Teras Samarinda segmen I yang Belum Genap 2 Tahun Mulai Mengelupas, Kamis,26/3/26. (Natmed.id/Aminah)

Samarinda, Natmed.id – Fasilitas di Teras Samarinda segmen I yang berada di kawasan tepian Sungai Mahakam mulai menunjukkan kerusakan meski belum genap dua tahun sejak diresmikan pada September 2024.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah bangku duduk berbahan semen yang terlihat mulai mengelupas di sejumlah titik.

Asisten II Sekretariat Kota Samarinda Marnabas Patiroy menegaskan bahwa perbaikan fasilitas tersebut menjadi tanggung jawab pihak pengelola, bukan lagi menggunakan anggaran pemerintah daerah.

“Kalau yang seperti itu nanti kita minta pengelola untuk segera membenahi. Karena pengelolaannya sudah diserahkan, jadi tidak lagi menggunakan APBD. Kita tinggal minta mereka bertanggung jawab memperbaiki fasilitas yang ada,” ujarnya, Kamis 26 Maret 2026.

Pemerintah kota hanya berperan melakukan pengawasan, sementara perawatan rutin sepenuhnya berada di tangan pengelola kawasan.

“Saya belum cek langsung kondisi terbarunya, tapi nanti akan saya minta mereka untuk benahi. Itu memang tanggung jawab pengelola,” tegasnya.

Ia menilai kerusakan yang terjadi sejauh ini masih tergolong ringan dan seharusnya bisa segera ditangani tanpa perlu perbaikan besar.

“Kalau sifatnya kecil-kecil seperti itu, harusnya bisa langsung diperbaiki. Kecuali kalau kerusakannya sudah besar, baru kita evaluasi lagi secara menyeluruh,” katanya.

Di sisi lain, Pemkot Samarinda juga membuka kemungkinan evaluasi terhadap desain fasilitas, terutama terkait material bangku yang dinilai kurang tahan terhadap kondisi ruang terbuka.

“Kita tampung juga masukan dari masyarakat. Nanti kita sesuaikan dengan kondisi di lapangan, apakah perlu perubahan material atau desainnya. Tapi tetap harus dipikirkan ketahanannya,” jelasnya.

Ia menambahkan, setiap opsi perbaikan harus mempertimbangkan faktor cuaca agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.

“Kalau misalnya pakai bahan yang lebih nyaman seperti busa, memang enak diduduki, tapi kalau kena hujan bagaimana? Itu juga harus dipikirkan. Jangan sampai memperbaiki satu sisi, tapi muncul masalah di sisi lain,” tambahnya.

Pembangunan Teras Samarinda sebelumnya dirancang sebagai ruang publik modern sekaligus ikon baru kota. Namun, munculnya kerusakan dini pada sejumlah fasilitas menjadi perhatian, terutama terkait kualitas material dan sistem pemeliharaan ke depan.

Related posts

27 Sopir Angkot dan Taksi Ikuti Pemilihan Abdi Yasa Teladan 2024 di Samarinda

Aminah

Atasi Penumpukan Pasien, Poli RSUD di Kaltim Diminta Tetap Beroperasi Sabtu

Aminah

Ismed Pastikan Samarinda Aman dari Ancaman Campak

Aminah