Samarinda, Natmed.id – Terminal Penumpang Pelabuhan Samarinda dipastikan telah memenuhi standar pelayanan minimum yang ditetapkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Pembenahan fasilitas ini mencakup digitalisasi sistem pembayaran hingga penyediaan fasilitas penunjang kenyamanan penumpang seperti akses Wi-Fi dan air minum gratis di dalam terminal.

General Manager (GM) Pelindo Regional 4 Samarinda Capt Suparman menyatakan bahwa seluruh area pelayanan kini telah menerapkan sistem nontunai (cashless) di pintu masuk.
“Fasilitas terminal secara umum sudah memenuhi ketentuan dari Kementerian Perhubungan. Mulai dari pintu masuk yang sudah tidak ada pembayaran tunai atau cashless, hingga ketersediaan papan informasi dan kebersihan toilet dengan pasokan air yang cukup,” ujar Suparman saat ditemui di Pelabuhan Samarinda, Rabu 18 Maret 2026.
Selain itu, penataan ruang tunggu kini dibagi menjadi dua zona untuk meningkatkan ketertiban alur penumpang. Manajemen telah memisahkan ruang tunggu bagi penumpang yang belum memiliki tiket atau masih menunggu pengurus, dengan ruang tunggu permanen (VIP) bagi penumpang yang telah siap untuk boarding.
Langkah pembenahan ini juga merupakan tindak lanjut dari rekomendasi Kantor Otoritas Pelabuhan Samarinda sebelum pembukaan posko terpadu. Beberapa poin krusial yang telah diperbaiki meliputi penambahan daya lampu penerangan, kipas angin, kursi penumpang, hingga perluasan ruang kesehatan.
“Kami juga menyediakan air minum gratis di beberapa titik bagi penumpang serta fasilitas Wi-Fi gratis. Ada juga posko terpadu yang dapat digunakan oleh seluruh mitra stakeholder kami,” tambahnya.
Meski demikian, pihak Pelindo mengakui masih memiliki kendala klasik terkait penataan lahan parkir. Kondisi dasar lahan yang masih bercampur antara tanah dan paving menjadi tantangan dalam menciptakan estetika dan kenyamanan bagi pengantar maupun penjemput.
“Kendala kami adalah lahan yang belum bisa ditata sedemikian rupa karena kondisi dasarnya. Ini menjadi konsentrasi kami ke depan untuk membenahi secara bertahap (step by step),” ungkap Suparman.
Aktivitas di Pelabuhan Samarinda terpantau melayani keberangkatan terakhir KM Queen Soya menuju Pare-Pare pada hari ini. Operasional pelabuhan dijadwalkan akan kembali aktif pada 22 Maret mendatang.
