Samarinda, Natmed.id – Investasi emas kembali dipromosikan sebagai instrumen lindung nilai menghadapi inflasi dan ketidakpastian ekonomi. Di Samarinda, masyarakat kini dapat mulai menabung emas dengan nominal sangat terjangkau, yakni mulai 0,01 gram atau sekitar Rp30 ribu.
Skema tersebut disosialisasikan dalam Temu Bisnis Sumur Migas yang digelar dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Gedung Olah Bebaya, Kompleks Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Samarinda Selasa 10 Februari 2026. Kegiatan ini diikuti wartawan, pimpinan redaksi, pelaku koperasi, BUMDes, serta pelaku usaha desa.
Executive Marketing Manager Pegadaian Area Samarinda Erlin Oktavia Siburian menyebut emas masih menjadi instrumen investasi yang relatif stabil karena memiliki tren kenaikan harga jangka panjang dan minim fluktuasi ekstrem dibandingkan instrumen lain.
“Emas cocok sebagai aset lindung nilai. Nilainya cenderung naik dan bisa melindungi daya beli masyarakat dari inflasi,” kata Erlin.
Dalam kesempatan tersebut, Pegadaian memperkenalkan dua skema investasi emas, yakni Tabungan Emas dan Cicil Emas. Melalui Tabungan Emas, masyarakat dapat menyetor dana yang otomatis dikonversi menjadi gram emas.
Sementara Cicil Emas memungkinkan kepemilikan emas batangan dengan sistem angsuran tetap hingga lunas, baik secara perorangan maupun kelompok seperti arisan.
Seluruh emas yang ditransaksikan memiliki kadar 24 karat, bersertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) dan London Bullion Market Association (LBMA). Emas tersebut dapat dicetak dalam bentuk fisik, dijual kembali, digadaikan, maupun ditransfer antar rekening tabungan emas.
Erlin menjelaskan, fleksibilitas menjadi daya tarik utama karena masyarakat bisa menyesuaikan jumlah setoran dan waktu top up sesuai kemampuan finansial.
“Mulai dari 0,01 gram, setoran bisa disesuaikan. Tidak ada kewajiban nominal besar,” ujarnya.
Selain skema konvensional, Pegadaian juga memperkenalkan layanan digital melalui aplikasi Tring!. Aplikasi ini memungkinkan pembukaan rekening Tabungan Emas secara daring, mulai dari registrasi nomor ponsel, verifikasi identitas, hingga transaksi emas tanpa harus datang ke kantor layanan.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kantor Wilayah IV Balikpapan, Rinaldi Lubis, menilai forum HPN menjadi ruang strategis untuk mendorong literasi keuangan, terutama bagi pelaku usaha kecil, koperasi, dan BUMDes.
“Perencanaan keuangan jangka panjang masih menjadi tantangan. Investasi emas relatif mudah diakses dan risikonya rendah bagi masyarakat,” kata Rinaldi.
Temu Bisnis Sumur Migas sendiri digagas insan pers Kalimantan Timur sebagai bagian dari rangkaian HPN 2026. Ketua Panitia, Charles Siahaan, menyebut forum ini dirancang agar peringatan Hari Pers tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kami ingin HPN di daerah punya dampak, salah satunya melalui literasi ekonomi dan investasi,” ujarnya.
