Politik

Ekonomi Lesu Pasca-Lebaran, Butuh Intervensi dan Program Padat Karya

Teks: Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur Ananda Emira Moeis Saat Wawancara di Rumah Jabatannya, Sabtu,28/3/26. (Natmed.id/Aminah)

Samarinda, Natmed.id – Kondisi ekonomi pasca-Lebaran 2026 dinilai tidak sepenuhnya pulih, bahkan mulai dirasakan melambat oleh pelaku usaha kecil dan masyarakat.

Situasi ini turut menjadi perhatian DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) dalam pembahasan Rancangan Awal (Ranwal) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027.

Wakil Ketua DPRD Kaltim Ananda Emira Moeis mengakui bahwa dinamika ekonomi saat ini menjadi salah satu faktor utama yang membuat pembahasan RKPD berjalan lebih hati-hati dan belum mencapai kesepakatan.

“Makanya hari ini kita lagi membahas Ranwal RKPD. Kenapa belum sepakat? Karena kita juga lagi melihat dan menganalisa kondisi ekonomi sekarang seperti apa,” ujarnya, Sabtu 28 Maret 2026.

Tekanan ekonomi tidak hanya dipengaruhi faktor lokal, tetapi juga dampak dari kondisi nasional hingga global yang ikut memengaruhi ruang fiskal daerah.

“Dampaknya dari luar dan dari dalam, jadi dengan ruang fiskal dan anggaran yang ada, kita harus benar-benar memaksimalkan apa yang kita punya,” jelasnya.

Dalam situasi keterbatasan anggaran, pemerintah perlu lebih selektif dalam menentukan program prioritas, terutama yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Salah satu strategi yang tengah dibahas adalah mendorong program padat karya sebagai upaya menggerakkan ekonomi kerakyatan.

“Salah satunya program padat karya. Itu yang sedang kita bahas untuk mendorong pergerakan ekonomi masyarakat,” katanya.

Keterlambatan dalam pembahasan RKPD justru menjadi bagian dari upaya kehati-hatian agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

“Makanya, waktunya agak mundur, karena kita ingin memastikan kebijakan yang diambil tepat dengan kondisi yang ada,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menilai pemerintah perlu memiliki sensitivitas terhadap kondisi ekonomi masyarakat, terutama pelaku UMKM yang mulai merasakan tekanan.

“Harus ada alert dari pemerintah supaya kita bisa mendukung perputaran ekonomi masyarakat, terutama di ekonomi lokal,” tegasnya.

Penguatan ekonomi lokal menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, sekaligus berdampak pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

“Kalau ekonomi lokal bergerak, itu akan berdampak juga ke PAD. Semua ini kan saling berkaitan,” ujarnya.

Related posts

Antusiasme Warga Samarinda Meriahkan Senam Zumba Bersama TIM 02 Rudy-Seno

natmed

BW: Disnaker Tak Punya Sensitivitas ke Buruh

natmed

Aplikasi GoPay, Mudahkan Pembayaran SPP, Rusman Yaqub : Kenapa Harus Alergi

natmed