Samarinda, Natmed.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 004 Sempaja Utara, Kota Samarinda terhenti selama dua pekan terakhir. Dampaknya mulai terasa di lingkungan sekolah, terutama pada kebiasaan siswa yang kini kembali mengandalkan bekal dari rumah atau membeli makanan di kantin.

Kepala SDN 004 Sempaja Utara Lilik Hindriastuti mengatakan penghentian sementara program tersebut terjadi sejak kegiatan belajar mengajar kembali normal usai libur Hari Raya Idulfitri.
“Sejak masuk setelah Lebaran, sekitar tanggal 30, sampai sekarang belum ada MBG. Informasinya dihentikan sementara karena ada perbaikan dapur, dan belum ada kepastian sampai kapan,” ujarnya saat ditemui, Jumat 10 April 2026.
Selama program berjalan sebelumnya, MBG memberikan dampak positif bagi siswa. Selain membantu pemenuhan gizi, program tersebut juga mengurangi kebiasaan jajan di lingkungan sekolah.
“Kalau ada MBG, anak-anak biasanya makan bersama di kelas. Bahkan untuk kelas 3 sampai 6 itu biasanya habis, tidak ada sisa. Mereka tidak pilih-pilih,” katanya.
Namun, sejak program dihentikan sementara, aktivitas di kantin sekolah kembali meningkat. Siswa yang sebelumnya terbiasa mendapatkan makanan dari Program MBG kini kembali membeli makanan secara mandiri.
“Sekarang kantin jadi ramai lagi seperti biasa. Kita kembalikan ke anak-anak, mau bawa bekal atau jajan silakan,” ujarnya.
Ia menyebutkan, total penerima manfaat MBG di sekolah tersebut mencapai 555 orang, mencakup siswa, guru, dan tenaga kependidikan. Selama program berjalan, distribusi makanan dilakukan secara rutin dengan menu yang bervariasi.
“Menunya cukup bagus, bervariasi. Ada makanan basah Senin sampai Jumat, dan untuk Sabtu biasanya makanan kering yang dibagikan sebelumnya. Susu juga diberikan, meski tidak setiap hari,” jelasnya.
Meski tidak mempersoalkan penghentian sementara, pihak sekolah berharap program tersebut dapat kembali berjalan setelah perbaikan selesai.
“Kalau memang untuk perbaikan dan peningkatan layanan, kami tidak masalah. Harapannya nanti bisa kembali lebih baik,” ucap Lilik.
Salah satu siswi kelas 5B Salma mengaku mulai merindukan Program MBG, terutama menu yang menurutnya cukup beragam.
“Paling kangen mie ayamnya. Sekarang jadi lebih sering jajan di kantin,” ujarnya.
Ia juga menilai makanan yang disediakan selama program berlangsung tergolong enak dan disukai siswa.
“Enak-enak makanannya, walaupun susu tidak setiap hari,” tambahnya.
Untuk diketahui, penghentian sementara MBG di sekolah ini merupakan bagian dari kebijakan yang lebih luas. Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan operasional 74 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kalimantan Timur dari total 173 unit yang ada.
Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah evaluasi terhadap kesiapan fasilitas, khususnya terkait pemenuhan standar teknis seperti Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL), yang menjadi syarat penting dalam menjaga kualitas produksi dan keamanan pangan.
SPPG Sempaja Utara yang melayani SDN 004 Sempaja Utara termasuk dalam unit yang terdampak penghentian sementara tersebut.
