Samarinda, Natmed.id – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Timur memulai rangkaian roadshow sosialisasi dan workshop peningkatan kemandirian pemuda.
Mengambil tempat di Kampus Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, kegiatan ini dirancang sebagai respons pemerintah terhadap tantangan lulusan perguruan tinggi di tengah disrupsi teknologi.
Plt Kadispora Kaltim Muhammad Faisal mengungkapkan bahwa tantangan pemuda saat ini bukan lagi sekadar mencari kerja, melainkan bagaimana menciptakan peluang di tengah ekosistem digital yang dinamis.
Menurutnya, mahasiswa harus memiliki persiapan matang sebelum benar-benar melepas status akademisnya.
“Kita tidak ingin mereka hanya belajar secara teori, tapi begitu lulus kuliah justru bingung arahnya ke mana. Target besar kita adalah mereka harus mampu menjadi pribadi yang mandiri dan siap tempur,” tegas Faisal saat memberikan keterangan kepada awak media pada Selasa, 7 April 2026.
Faisal menekankan bahwa penguasaan teknologi informasi, khususnya di bidang pemasaran digital, merupakan kebutuhan mutlak yang tidak bisa ditawar lagi oleh generasi muda Kaltim.
“Dunia sudah berubah, semua ada di genggaman. Maka dari itu, kami memberikan workshop khusus mengenai digital marketing. Ini adalah senjata utama agar pemuda kita bisa mandiri secara ekonomi. Mereka bisa memulai usaha dari mana saja, bahkan sebelum lulus kuliah, asalkan tahu caranya memanfaatkan platform digital dengan tepat,” jelasnya.
Namun, Faisal juga memberikan peringatan keras mengenai sisi lain dari kemajuan teknologi. Selain kemandirian finansial, ia menyoroti pentingnya ketahanan mental dan intelektual dalam menyaring informasi.
“Kemandirian itu paket lengkap. Selain mandiri secara ekonomi, pemuda Kaltim harus punya kemampuan proteksi diri. Arus informasi saat ini sangat deras, kalau tidak pintar menyaring, mereka bisa terseret dampak negatif. Jadi, cerdas digital itu bukan hanya soal jualan, tapi juga soal memilah konten yang membangun,” tambah Faisal.
Kegiatan di UINSI Samarinda ini dipastikan hanya menjadi titik awal dari gerakan masif yang akan dilakukan Dispora Kaltim sepanjang tahun anggaran berjalan. Faisal berkomitmen untuk membawa program pembinaan ini hingga ke pelosok daerah.
“Kami sudah menyusun jadwal untuk menjangkau 10 kabupaten dan kota di seluruh Kalimantan Timur. Kami ingin semangat kemandirian dan melek digital ini merata, tidak hanya di pusat kota, tapi juga dirasakan oleh pemuda di daerah-daerah lain,” pungkasnya.
Dengan adanya program ini, Dispora Kaltim berharap angka pengangguran terbuka dari kalangan lulusan universitas dapat ditekan secara signifikan, sekaligus mencetak bibit-bibit wirausaha muda baru yang akan memperkuat ekonomi kreatif di Kalimantan Timur ke depannya.
