Samarinda, Natmed.id – kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda Hotmarulitua Manalu mengimbau masyarakat mulai membiasakan penggunaan sistem pembayaran parkir nontunai sebagai bagian dari upaya digitalisasi layanan publik di sektor transportasi.
Ia mengatakan digitalisasi pembayaran parkir dinilai dapat memberikan kemudahan sekaligus meningkatkan transparansi dalam pengelolaan parkir di daerah.
“Kalau saran saya masyarakat harus mulai terbiasa. Kalau tidak dibiasakan dari sekarang, kapan lagi,” kata Manalu saat ditemui di Kantor Inspektorat Kota Samarinda, Jumat 6 Maret 2026.
Penggunaan sistem pembayaran digital sebenarnya tidak lagi menjadi kendala besar bagi masyarakat karena sebagian besar warga telah memiliki perangkat yang mendukung transaksi nontunai.
“Sekarang hampir semua orang pegang handphone Android. Tinggal diajarkan saja bagaimana menggunakan aplikasi seperti Dana, GoPay, atau mobile banking,” ujarnya.
Meski demikian, penerapan sistem parkir nontunai di sejumlah lokasi di Samarinda belum sepenuhnya berjalan seragam. Di kawasan Teras Samarinda misalnya, pembayaran parkir masih dilakukan secara tunai.
Manalu menjelaskan bahwa pengelolaan parkir di kawasan tersebut tidak berada langsung di bawah Dishub, melainkan dikelola oleh perusahaan daerah.
“Teras Samarinda dikelola oleh Perumda Varia Niaga. Mereka sudah menggunakan sistem parkir gate, kadang ada yang gak punya kartu jadinya harus petugas yang buka dan dibayar secara tunai,” katanya.
Ia menilai proses peralihan menuju sistem pembayaran digital memang membutuhkan waktu dan penyesuaian, baik dari sisi pengelola parkir maupun masyarakat sebagai pengguna layanan.
Selain itu, Dishub juga mempertimbangkan berbagai kondisi di lapangan, termasuk kemungkinan adanya warga yang masih belum terbiasa dengan sistem pembayaran digital.
Namun Manalu menegaskan bahwa digitalisasi tetap menjadi arah kebijakan ke depan karena dinilai mampu memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan transaksi parkir.
“Digitalisasi itu sebenarnya mempermudah. Tinggal bagaimana kita membiasakan masyarakat untuk menggunakannya,” kata Manalu.
