Samarinda, Natmed.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) tengah mengubah sistem rekrutmen. Langkah ini menjadi bagian dari upaya penguatan tata kelola pendidikan yang lebih akuntabel, di mana integritas dan rekam jejak digital menjadi indikator utama dalam menentukan pemimpin sekolah masa depan.
Kepala Disdikbud Kota Samarinda Asli Nuryadin menegaskan bahwa proses pengangkatan kepala sekolah saat ini tidak lagi dilakukan secara subjektif, melainkan harus melalui prosedur berlapis yang melibatkan pengawasan ketat dari berbagai instansi terkait.
“Prosedurnya itu dengan Dewan Pendidikan, pengawas, BKPSDM, terus tim Disdik sendiri. Jadi ini tahapan, setelah Disdikbud menyiapkan, lalu akan dirapatkan lagi,” ujar Asli Nuryadin saat diwawancarai pada Senin, 16 Maret 2026.
Fokus utama dalam seleksi kali ini adalah penilaian terhadap perilaku dan kedisiplinan kandidat. Tim gabungan melakukan pengecekan mendalam terhadap Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) serta catatan absensi harian yang terekam dalam sistem kepegawaian.
Proses ini bertujuan untuk memastikan bahwa calon yang terpilih memiliki dedikasi yang teruji secara administratif dan faktual.
Asli mengungkapkan bahwa saat ini tim masih dalam tahap klarifikasi data karena adanya beberapa catatan yang perlu diverifikasi ulang. Hal ini dilakukan untuk menghindari kesalahan dalam pengambilan keputusan dan memastikan keadilan bagi setiap kandidat.
“Saya belum bisa memberikan info by name by address, karena itu masih tadi ada koreksi beberapa orang diklarifikasi tentang catatan disiplinnya, terutama SKP dan absen,” tambahnya.
Salah satu terobosan dalam mekanisme ini adalah penggunaan aplikasi pendaftaran yang terintegrasi secara nasional. Para bakal calon kepala sekolah diwajibkan mendaftarkan diri melalui sistem digital yang terhubung langsung dengan Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Integrasi ini memungkinkan panitia seleksi untuk melihat sinkronisasi data kinerja guru secara transparan dan mencegah adanya celah manipulasi dalam rekam jejak karier mereka.
Hal ini sekaligus menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kota Samarinda dalam mengadopsi teknologi untuk mempermudah pengawasan ASN di sektor pendidikan.
Mengingat ketatnya proses verifikasi dan klarifikasi lapangan yang sedang berjalan, Asli Nuryadin mengisyaratkan bahwa pengumuman final dan pelantikan kepala sekolah baru kemungkinan besar akan dilaksanakan setelah momen Idulfitri. Hal ini juga mempertimbangkan efektivitas kerja tim di tengah periode menjelang libur panjang nasional.
“Kita berusaha secepatnya, cuma ini kan menjelang Lebaran, mungkin nanti setelah Lebaran gitu ya untuk finalisasi,” pungkasnya.
Diharapkan dengan adanya reformasi dalam sistem pengangkatan ini, sekolah-sekolah di Samarinda dapat dipimpin oleh individu-individu yang tidak hanya unggul secara manajerial, tetapi juga menjadi teladan dalam kedisiplinan dan profesionalisme di mata para guru dan siswa.
