Samarinda

Disdamkar Makin Diminati, Setiap Hari 6–7 Laporan Masuk, Bukan Cuma Kebakaran Tapi juga Nangkap Ular

Teks: Kepala Disdamkar Kota Samarinda Hendra AH Saat Wawancara Usai Anev di Theme Park Samarinda, Selasa,24/3/26. (Natmed.id/Aminah)

Samarinda, Natmed.id – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kota Samarinda mencatat laporan yang masuk setiap harinya didominasi oleh kasus non-kebakaran. Dalam sehari, petugas rata-rata menerima 6 hingga 7 laporan yang tersebar di berbagai wilayah kota.

Kepala Disdamkar Kota Samarinda Hendra AH mengungkapkan bahwa tren tersebut menunjukkan peran Damkar kini semakin luas, tidak hanya berfokus pada penanganan kebakaran.

“Sehari itu diperkirakan ada 6 sampai 7 laporan, terutama untuk penyelamatan seperti ular dan lainnya di seluruh posko,” ujarnya, Selasa 24 Maret 2026.

Saat ini Disdamkar Samarinda mengoperasikan 11 posko yang tersebar di 10 kecamatan guna mempercepat respons terhadap laporan masyarakat.

Tugas Damkar juga telah berkembang mencakup 14 jenis layanan penyelamatan. Salah satu yang paling sering ditangani adalah animal rescue, seperti evakuasi ular, tawon, biawak, hingga hewan peliharaan yang terjebak.

“Berdasarkan Permendagri Nomor 114 Tahun 2018 itu bertambah jadi 14 penyelamatan. Jadi kami bertambah ada animal rescue, seperti ular masuk rumah, tawon, biawak, kucing, anjing terjepit, itu semua kami tangani,” jelas Hendra.

Tak hanya itu, Damkar juga terlibat dalam penanganan kecelakaan lalu lintas, evakuasi korban terjepit di kendaraan, hingga insiden di perairan seperti orang tenggelam atau kapal tenggelam.

“Kecelakaan transportasi, korban tenggelam, kapal tenggelam, semua penyelamatan di air kita tangani. Termasuk korban yang terjepit di mobil, kita punya alat pemotong besi untuk evakuasi,” katanya.

Selain kasus darurat besar, petugas juga kerap menangani persoalan yang terlihat sederhana namun berisiko, seperti pohon tumbang, pelepasan cincin yang tersangkut di jari, hingga penyemprotan tumpahan bahan bakar di jalan raya.

“Pokoknya semua penyelamatan kita hadir. Bahkan yang kecil-kecil pun masyarakat minta bantuan Damkar, dan selama bisa kita bantu, kita bantu,” tegasnya.

Dalam mendukung tugas tersebut, Disdamkar secara rutin menggelar pelatihan bagi personel maupun relawan, termasuk pelatihan teknis penanganan hewan berbahaya dan evakuasi.

“Kami ada pelatihan setiap tahun, baik pemadaman maupun penyelamatan, termasuk penanganan ular,” ungkapnya.

Meski menghadapi berbagai risiko di lapangan, Hendra menyebut tantangan tersebut masih dapat diatasi berkat kelengkapan peralatan dan kesiapan petugas.

“Misalnya ular kobra, kita punya alat penangkap. Tawon juga kita evakuasi malam hari dengan baju antitawon. Memang ada suka dukanya, tapi lebih banyak sukanya karena bisa menolong masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh layanan Damkar diberikan secara gratis tanpa pungutan biaya kepada masyarakat.

“Pelayanan kami gratis. Tidak pernah kita minta uang. Kita hanya ingin membantu masyarakat,” tegasnya.

Di sisi lain, Hendra mengimbau masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh korsleting listrik dan kelalaian penggunaan peralatan rumah tangga.

“Kebakaran itu kebanyakan karena korsleting. Jadi hindari colokan berlebih, jangan ditinggal saat bepergian, dan cek instalasi listrik secara berkala,” imbaunya.

Selain itu, masyarakat juga diminta memastikan kondisi kompor dan instalasi gas tetap aman serta tidak menempatkannya dekat bahan mudah terbakar.

Sebagai langkah pencegahan, Disdamkar menyarankan setiap rumah memiliki alat pemadam api ringan (APAR).

“Satu rumah wajib punya APAR. Itu investasi, dibanding kerugian kebakaran yang bisa jauh lebih besar,” pungkasnya.

Related posts

Pemkot Samarinda Siapkan Kartu Langganan Murah dan Sejahterakan Jukir

Sukri

Pemprov Kaltim Dorong Pemerataan Dokter Spesialis Melalui Program Pendidikan FK Unmul

Dewi Ayu Purwati

Dari Kebun Sayur Keluarga Jadi Ikon Wisata Murah Meriah

Aminah