Samarinda, Natmed.id – Rehabilitasi Dermaga Tering di Kutai Barat kini mencapai lebih dari 80 persen dan ditargetkan selesai pada akhir Desember 2025. Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim juga menyiapkan pembangunan dua fasilitas tambat tongkang baru di Sungai Kunjang dan Sungai Lais mulai 2026.
Kepala Bidang Pelayaran Dishub Kaltim Ahmad Maslihuddin mengatakan rehabilitasi dermaga Tering berjalan lebih cepat dari penyerapan anggaran yang baru sekitar 60 persen.
“Memang target lima tahun ini ada beberapa dermaga yang kita rehabilitasi. Untuk tahun ini yang sudah jalan itu Tering. Insyaallah akhir Desember selesai, fisiknya sudah lewat 80 persen walaupun anggaran baru terserap sekitar 60 persen,” jelasnya usai mengikuti Upacara Hari PU ke-80, Halaman Kantor DPUPR Kaltim, Rabu 3 Desember 2025.
Maslihuddin menjelaskan bahwa proyek tahun depan difokuskan pada pembangunan fasilitas tambat tongkang, bukan dermaga utama. Dua titik yang dipilih berada di Sungai Kunjang dan Sungai Lais, yang nantinya menjadi lokasi singgah ponton dan tongkang batu bara sebelum dan sesudah melewati jalur jembatan.
“Tahun depan kita bangun fasilitas tambahan itu. Targetnya 2027 sudah bisa operasional,” katanya.
Fasilitas tambat tersebut akan memindahkan aktivitas tambat yang selama ini dilakukan di tengah sungai. Dishub menilai cara itu tidak lagi efisien dan berisiko, mengingat tingginya lalu lintas tongkang di jalur tersebut. “Sekarang mereka masih berlabuh di tengah sungai. Ini kita siapkan tempat khusus agar lebih tertib dan aman,” jelasnya.
Selain itu, Dishub Kaltim juga menargetkan penyelesaian rehabilitasi seluruh dermaga daerah dalam rentang lima tahun. Namun, ia mengakui beberapa rencana perbaikan harus ditunda karena pemangkasan anggaran.
“Memang ada beberapa dermaga yang tadinya masuk rehabilitasi 2026, tapi karena pengurangan TKD dan anggaran tidak mampu, kita pending ke tahun berikutnya. Mudah-mudahan 2027 bisa jalan,” tuturnya.
Menurut Maslihuddin, pembangunan fasilitas tambat baru juga berkaitan dengan potensi peningkatan pendapatan daerah. “Bisa untuk PAD juga. Mudah-mudahan berhasil dan bisa segera termanfaatkan,” katanya.
Dermaga lain yang masuk daftar sasaran jangka menengah berada di Kutai Barat dan Penajam Paser Utara. Seluruh proyek diharapkan terselesaikan secara bertahap sesuai kemampuan APBD dan prioritas layanan pelayaran di Kaltim.
