Samarinda, Natmed.id – Merespons musibah kebakaran hebat yang melanda Kecamatan Batu Ampar, Kutai Timur, gabungan dari delapan organisasi mahasiswa dan pemuda menggelar aksi penggalangan dana di titik-titik strategis Kota Samarinda.

Ketua Himpunan Mahasiswa Pendidikan Olahraga (HMPor) Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) Arman, yang bertindak sebagai koordinator lapangan menyatakan bahwa aksi ini adalah panggilan kemanusiaan untuk membantu warga yang kehilangan tempat tinggal.
Bencana kebakaran di Batu Ampar dilaporkan menjadi salah satu yang cukup parah, mengingat banyaknya bangunan kayu yang terdampak dalam waktu singkat. Arman menekankan bahwa data jumlah korban menjadi dasar utama mereka bergerak secara masif.
“Kegiatan sore hari ini yaitu penggalangan dana untuk korban bencana kebakaran yang ada di Kutai Timur, Kecamatan Batu Ampar,” ujar Arman.
Ia memaparkan dampak kerugian yang diderita warga sangat signifikan, yang menyentuh angka ratusan kepala keluarga.
“Sekiranya ada sekitar 80 rumah dan 120 KK yang terdampak musibah tersebut. Itulah alasan kami mengapa harus turun ke jalan hari ini,” tegas Arman.
Kekuatan aksi ini terletak pada kolaborasi. Tidak hanya dari internal kampus UMKT, tetapi juga melibatkan berbagai organisasi daerah (organda) dari berbagai wilayah di Kalimantan Timur yang berada di Samarinda. Arman merincikan keberagaman kelompok yang bersatu dalam aksi ini.
“Untuk yang turun keseluruhan anggota hari ini kisaran ada 35 orang lebih dari delapan organisasi yang ikut bergabung,” jelas Arman.
Organisasi yang turut serta dalam barisan solidaritas ini meliputi, FKMKP PPU Samarinda (Penajam Paser Utara), KPMKB Balikpapan, Ikatan Mahasiswa Kecamatan Anggana, Ikatan Mahasiswa Sebulu Modern, HMPOR UMKT (Pendidikan Olahraga), Organisasi Mahasiswa Kota Bontang, dan beberapa organisasi jurusan lainnya.
Mengingat keterbatasan personel jika dibandingkan dengan luasnya Kota Samarinda, tim koordinator memutuskan untuk memusatkan aksi di titik yang memiliki volume kendaraan paling padat guna memaksimalkan hasil donasi.
“Kita ada satu titik di Lembuswana, di lampu merah Lembuswana. Sebenarnya ada dua titik, titik kedua itu ada di bawah flyover Juanda. Cuma karena kita menyesuaikan sama anggota yang ikut, jadi kita ambil satu titik saja hari ini,” ungkap Arman.
Aksi ini dijadwalkan berlangsung secara marathon selama dua hari berturut-turut untuk memastikan bantuan yang terkumpul cukup signifikan sebelum disalurkan.
“Kami melaksanakan kegiatan selama dua hari, yaitu hari Minggu ini di tanggal 12, sama hari Senin di tanggal 13,” tuturnya lagi.
Melalui aksi ini, Arman dan rekan-rekan mahasiswa berharap warga Samarinda dapat menyisihkan sedikit rezekinya untuk membantu para korban di Kutai Timur.
Rencananya, seluruh hasil donasi akan dikumpulkan dan diserahkan dalam bentuk bantuan logistik maupun tunai melalui koordinasi tim relawan di lokasi bencana.
Aksi ini menjadi bukti bahwa di tengah kesibukan akademik, mahasiswa tetap mampu menjadi penyambung lidah dan tangan bagi masyarakat yang sedang tertimpa musibah.
