Samarinda, Natmed.id – Delapan mahasiswa Universitas Mulawarman akan turun gelanggang di Kejuaraan Nasional Perisai Diri 2026 yang digelar di Universitas Airlangga, Surabaya, pada 6–8 Februari. Untuk penampilan perdana di level nasional ini, kontingen UKM Perisai Diri Unmul memasang target optimis, tiga medali emas.
Kejuaraan tersebut menjadi ajang nasional pertama bagi UKM Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri Universitas Mulawarman, yang baru berdiri pada 1 Desember 2024. Meski tergolong baru, kesiapan atlet dinilai cukup untuk bersaing dengan kontingen dari kampus-kampus besar di Indonesia.
Ketua demisioner, UKM Perisai Diri Unmul Muhammad Fajri mengatakan target tiga emas ditetapkan berdasarkan evaluasi kemampuan atlet dan nomor yang diikuti.
“Ini debut nasional kami. Targetnya tidak berlebihan, tapi juga tidak defensif. Kami menilai peluang tiga emas itu terbuka,” ungkap M. Fajri Rabu 4 Februari 2026.
Sebanyak delapan atlet yang diberangkatkan merupakan mahasiswa aktif dari berbagai angkatan. Mereka tidak hanya bertanding di satu nomor, tetapi tersebar di sejumlah kategori, baik kelas tanding (fighter) maupun kelas seni dan teknik khas Perisai Diri.
Sejumlah atlet bahkan turun di lebih dari satu kategori. Fajri sendiri mengikuti tiga nomor sekaligus, yakni fighter, solo jurus 60 gerak, serta serang-hindar, teknik khas Perisai Diri yang tidak dimiliki perguruan silat lain.
“Dari delapan atlet, ada empat yang ikut dua sampai tiga nomor. Jadi peluang medali tidak hanya bertumpu pada satu kelas,” jelasnya.
Kategori yang diikuti juga mencakup kelas khusus Perisai Diri dan kategori umum yang mengacu pada regulasi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Kondisi ini membuat tingkat persaingan semakin ketat, mengingat peserta datang dari berbagai daerah dengan latar belakang perguruan berbeda.
Menghadapi kejurnas, tim Perisai Diri Unmul menjalani latihan intensif selama tiga bulan. Latihan dilakukan lima hingga enam kali dalam sepekan, dengan fokus pada kekuatan fisik, pemantapan teknik, serta kesiapan mental bertanding.
“Latihan kami padat karena level nasional menuntut konsistensi dan ketahanan. Bukan hanya soal jurus, tapi juga mental saat bertemu lawan yang belum pernah dihadapi,” ujar Fajri.
Kejurnas Perisai Diri di Universitas Airlangga merupakan agenda rutin dua tahunan yang diikuti peserta dari berbagai kelompok usia, mulai usia dini hingga dewasa. Total peserta diperkirakan lebih dari 1.000 atlet dari seluruh Indonesia.
Bagi UKM Perisai Diri Unmul, keikutsertaan ini tidak hanya soal hasil akhir, tetapi juga menjadi tolok ukur awal pembinaan atlet dan penguatan organisasi ke depan.
“Medali penting, tapi yang lebih penting kami mendapatkan pengalaman nasional sebagai fondasi pembinaan jangka panjang,” pungkas Fajri.
