Samarinda, Natmed.id – Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Muhammadiyah Kalimantan Timur (Kaltim) memulai operasional perdananya pada Rabu 25 Februari 2026. Meski baru saja diluncurkan, fasilitas yang berlokasi di Jalan Siradj Salman ini langsung tancap gas melayani 1.106 porsi makan bergizi untuk siswa di lima sekolah sekitar.

Kepala SPPG Muhammadiyah Muhammad Ransyah menjelaskan bahwa operasional perdana ini bertepatan dengan bulan Ramadan, sehingga skema distribusi dan jenis menu mengalami penyesuaian.
Selama bulan puasa, SPPG Muhammadiyah mengalihkan sajian menu basah menjadi paket menu kering. Langkah ini diambil untuk memudahkan distribusi kepada siswa di sekolah-sekolah yang tetap menjalankan aktivitas.
“Selama Ramadan ini kita fokuskan ke sekolah-sekolah dulu dengan paket kering. Hari ini menunya roti, kurma, susu, kacang, dan abon. Menunya akan terus bervariasi, termasuk pilihan buah seperti jeruk, kelengkeng, hingga anggur agar anak-anak tidak bosan,” ujar Muhammad Ransyah saat ditemui di lokasi peresmian.
Distribusi dilakukan satu kali sehari langsung ke sekolah penerima manfaat, dengan jadwal operasional enam hari dalam seminggu.
“Untuk hari Sabtu, distribusinya kita rapel pengerjaannya di hari Jumat karena banyak sekolah yang libur di hari Sabtu,” tambahnya.
Ahli Gizi SPPG Muhammadiyah Putri Amelia menambahkan bahwa setiap menu yang keluar dari dapur tersebut telah melalui perhitungan angka kecukupan gizi (AKG) yang ketat.
Kebutuhan kalori harian dirata-ratakan sesuai umur dan jenis kelamin, dengan standar sekitar 1.900 kalori yang dibagi dalam beberapa waktu makan. Untuk akurasi, pihak dapur menggunakan perangkat lunak khusus dalam menentukan komposisi bahan.
“Kami menggunakan aplikasi Nutri Survey untuk menghitung gizi. Misal satu buah roti seberat 50 gram, nanti di aplikasi akan muncul otomatis kalorinya berapa, termasuk untuk telur dan bahan lainnya,” jelas Putri Amelia.
Secara struktural, SPPG Muhammadiyah menerapkan pola kerja kolaboratif. Lahan disediakan oleh Persyarikatan Muhammadiyah, sementara pengadaan sarana dan prasarana dilakukan melalui kemitraan dengan investor.
Mitra investor menangani pengadaan barang, sementara SPPG bertindak sebagai pengawas kualitas dan bahan baku untuk memastikan standar yang dihasilkan tetap bagus.
Saat ini, lima sekolah yang menjadi sasaran utama distribusi adalah TK Fajar Harapan, TK Aisyiyah, SDN 002, RA Tarbiyatussibyan, dan SD Muhammadiyah 2.
