Samarinda

Dana Zakat Tembus Rp159 Juta, UPZ Masjid Raya Darussalam Prioritaskan Penyaluran Tepat Sasaran

Teks: Posko Zakat Masjid Raya Darussalam Samarinda (Natmed.id/Aminah)

Samarinda, Natmed.id – Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Raya Darussalam Jalan KH Abdullah Marisie Samarinda mencatat penghimpunan dana zakat mencapai Rp159 juta hingga menjelang akhir Ramadan.

Dari jumlah tersebut, sekitar Rp78,8 juta telah disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima (mustahik), disertai distribusi beras sebanyak 960 kilogram.

Teks: Ketua Yayasan Masjid Raya Darussalam Arnani Saat Wawancara, Rabu,18/3/26. (Natmed.id/Aminah)

Ketua Yayasan Masjid Raya Darussalam Arnani menegaskan bahwa sistem penyaluran zakat di masjid tersebut dirancang secara ketat untuk memastikan bantuan tepat sasaran sekaligus menghindari risiko kerumunan.

“Kami tidak membagikan zakat secara langsung di masjid. Itu berisiko sekali, karena masyarakat cenderung berjubel dan sulit diatur. Kami tidak ingin terjadi hal-hal yang membahayakan penerima,” tegas Arnani saat ditemui di Kanton Dewan Kemakmuran Masjid, Rabu 18 Maret 2026.

UPZ Masjid Raya Darussalam merupakan unit resmi yang berada di bawah Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kalimantan Timur. Dengan demikian, kewenangan pengelolaan zakat telah diatur secara jelas.

“Kami ini unit pengumpul zakat yang ditunjuk oleh Baznas Provinsi Kalimantan Timur. Jadi SK-nya dari sana, bukan dari tingkat kota. Kami hanya menyalurkan zakat fitrah, sementara zakat mal disetorkan ke Baznas untuk dikelola lebih lanjut,” ujarnya.

Dari total dana yang terkumpul, sebesar Rp66 juta merupakan zakat mal yang nantinya akan diserahkan ke Baznas. Sementara sisanya merupakan zakat fitrah yang langsung disalurkan kepada masyarakat.

Untuk menjamin ketepatan sasaran, UPZ tidak membuka pendaftaran langsung di lokasi. Sebaliknya, penyaluran dilakukan melalui kerja sama dengan RT, kelurahan, serta lembaga sosial keagamaan dan pendidikan.

Setiap pengajuan penerima wajib dilengkapi dokumen resmi seperti KTP, kartu keluarga, serta legalitas lembaga pengusul.

“Kami minta data lengkap, termasuk KTP dan KK. Tujuannya agar tidak ada yang sekadar mencatut nama. Kami ingin zakat ini benar-benar sampai kepada yang berhak,” jelas Arnani.

Selain itu, tim UPZ juga turun langsung ke lapangan untuk mendampingi proses distribusi.

“Kami datang langsung ke lokasi, mengecek nama-nama yang diusulkan, lalu membagikan beras dan uang. Jadi penyaluran tetap dalam pengawasan kami,” tambahnya.

Sejumlah wilayah yang telah menerima penyaluran antara lain RT 17 Lempake, RT 37, RT 32, dan RT 17 di Jalan Agus Salim, RT 06 Air Hitam, RT 21 Sungai Sama, hingga RT 46 Jalan Gatot Subroto, serta kawasan Kelurahan Pasar Pagi dan Kelurahan Jawa.

UPZ membentuk dua tim, yakni tim penerima yang bertugas menghimpun zakat di lapangan dan tim penyalur yang fokus mendistribusikan bantuan secara bertahap.

Arnani mengakui, pola pembayaran masyarakat yang cenderung menumpuk di akhir Ramadan menjadi tantangan tersendiri.

“Biasanya 40 sampai 50 persen zakat masuk di malam-malam terakhir, bahkan saat takbiran. Ini yang membuat kami harus bekerja ekstra untuk segera menyalurkannya,” ungkapnya.

Berdasarkan tren tersebut, pihaknya memperkirakan total penghimpunan zakat tahun ini bisa mencapai Rp350 juta hingga Rp400 juta.

Arnani mengimbau masyarakat agar tidak menunda pembayaran zakat fitrah hingga menjelang Hari Raya Idulfitri. Menurutnya, penyaluran lebih awal akan memberi manfaat lebih cepat bagi penerima.

“Lebih baik zakat dikeluarkan sejak awal Ramadan. Supaya mustahik bisa segera merasakan manfaatnya, tidak menunggu di hari-hari terakhir,” katanya.

Related posts

Polresta Samarinda Peduli Mayday, Bersatu Melawan Covid–19

natmed

Implementasi UU TPKS Tertatih, Korban Belum Berani Bersuara

Aminah

Cegah Penularan Covid-19, Karyawan Lotte Grosir Gunakan APD

natmed