Samarinda, Natmed.id – Pemerintah Kota Samarinda menunjukkan komitmen serius dalam menangani dampak pascabencana kebakaran yang melanda kawasan produktif Pasar Segiri.
Melalui instruksi langsung Wali Kota Samarinda, tim terpadu lintas instansi kini tengah berjibaku di lokasi kejadian untuk melakukan pembersihan total sisa-sisa material kebakaran.
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Suwarso menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah normalisasi area agar aktivitas ekonomi warga tidak lumpuh terlalu lama.
Penanganan ini diawali dengan rapat koordinasi teknis yang dipimpin oleh Inspektorat Kota Samarinda guna memetakan pembagian tugas antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Suwarso menjelaskan bahwa gerak cepat ini merupakan bentuk respons terhadap kunjungan lapangan yang dilakukan kepala daerah sebelumnya.
“Rapat hari ini menindaklanjuti arahan dari Wali Kota. Ia kemarin meninjau ke lapangan terkait untuk dilakukan segera penanganan. Rekan-rekan tahu semuanya hari ini di lapangan sudah bekerja tim terpadu, DLH, Perdagangan, BPBD, dan yang lainnya untuk melakukan pembersihan,” ujar Suwarso saat diwawancara pada Jumat, 27 Maret 2026
Mengingat banyaknya material berat dan puing bangunan yang tertumpuk, BPBD tidak hanya menurunkan personel manual, tetapi juga alat berat untuk mempercepat proses evakuasi sampah dan sisa bangunan.
“Dari BPBD ada dua unit ekskavator plus enam orang operator karena ini pekerjaannya maraton ya sampai sore. Nanti malam diharapkan sudah dilakukan pembersihan oleh teman-teman Damkar,” jelasnya.
Tak hanya BPBD, kekuatan armada juga diperkuat oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk memastikan alur pengangkutan puing berjalan lancar.
“Ada bantuan dari DLH itu ada lima unit dump truck untuk membuang sampahnya. Kemudian dari PU juga nambah lagi sekitar tiga dump truck untuk membantu mobilisasi sisa kebakaran itu,” tambahnya.
Selain fokus pada pembersihan, tim kaji cepat BPBD juga telah merampungkan pendataan awal mengenai dampak kerugian materil. Angka yang muncul cukup signifikan, mencakup kerusakan bangunan permanen hingga aset berharga milik pedagang.
“Dari kaji cepat yang dilakukan oleh BPBD, kerugian dari sisi bangunan maupun dari sisi barang dagangan, kemudian ada beberapa kendaraan, kurang lebihnya Rp12,5 miliar kerugiannya. Itu dari hasil kaji cepat yang dilakukan oleh tim BPBD Samarinda,” ungkap Suwarso merinci skala dampak bencana tersebut.
Pemerintah Kota Samarinda mematok target waktu yang cukup ketat. Suwarso optimis bahwa jika kerja maraton ini berjalan sesuai rencana, lokasi tersebut akan segera bersih dan siap untuk tahap rehabilitasi selanjutnya.
“Pembersihan kita upayakan mudah-mudahan kita bisa maraton sore ini bersih ya. Bersih itu dari material sisa kebakaran. Saya kasih estimasi mudah-mudahan dalam dua hari sudah bersihlah gitu ya,” tuturnya.
Pembersihan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi Dinas Perdagangan untuk segera merancang tata letak baru atau pembangunan kembali gedung yang lebih aman dan representatif bagi para pedagang di Pasar Segiri.
