Olahraga

Borneo Drag Record 2026 Jadi Standar Baru Balap Profesional di Samarinda

Teks: Tampak Peserta Borneo Drag Record 2026 Saat di Track Balapan, Minggu,29/3/26. (Natmed.id/Sukri)

Samarinda, Natmed.id – Gemuruh mesin dan kepulan asap ban menyelimuti landasan eks Bandara Temindung dalam gelaran Borneo Drag Record 2026 yang baru saja usai.

Acara yang mempertemukan para pemacu adrenalin dari berbagai daerah ini tidak hanya menjadi ajang adu kecepatan, tetapi juga pembuktian bahwa Kota Samarinda mampu menyelenggarakan ajang otomotif skala besar dengan manajemen yang profesional.

Teks: Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri Saat Diwawancara Pasca Kegiatan, Minggu,29/3/26.(Natmed.id/Sukri)

Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri yang hadir langsung meninjau jalannya kompetisi, memberikan apresiasi mendalam. Ia menilai kesuksesan ini adalah sinyal positif bagi kebangkitan sport tourism di Kota Tepian.

Salah satu poin krusial yang disoroti oleh Saefuddin adalah kedisiplinan panitia dalam menerapkan standar keselamatan tinggi. Mengingat lintasan eks Bandara Temindung memiliki karakteristik unik, pengawasan teknis menjadi kunci utama.

“Kita melihat antusiasme yang luar biasa hari ini. Laporan yang saya terima mencatat lebih dari 600 starter telah turun ke lintasan untuk berkompetisi secara sportif,” ungkap Saefuddin pada wawancara Minggu, 29 Maret 2026.

Saefuddin menambahkan bahwa prestasi sejati dalam dunia balap bukan hanya soal siapa yang tercepat, melainkan bagaimana acara tersebut bisa terselenggara tanpa adanya insiden fatal.

“Yang paling membanggakan bagi pemerintah kota adalah aspek keamanannya. Acara sebesar ini berhasil berjalan dengan zero incident. Ini adalah bukti bahwa persiapan teknis, mulai dari kesiapan lintasan hingga kesiagaan tim medis di lapangan, dilakukan dengan sangat matang,” jelasnya.

Kesuksesan Borneo Drag Record 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni sesaat. Saefuddin meyakini bahwa standar operasional yang diterapkan di Temindung dapat menjadi rujukan bagi penyelenggara balap di tingkat nasional.

“Penyelenggaraan di Samarinda kali ini harus kita jadikan sebagai barometer. Kualitas koordinasi antara panitia, pengawas perlombaan, dan pihak keamanan di sini sudah layak menjadi inspirasi bagi kegiatan serupa, baik di level regional maupun nasional,” tegasnya dengan penuh optimisme.

Menurutnya, penggunaan lahan eks Bandara Temindung sebagai sirkuit nonpermanen adalah langkah cerdas dalam memanfaatkan aset kota untuk kegiatan produktif masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Saefuddin juga menyampaikan terima kasih khusus kepada Ikatan Motor Indonesia (IMI) yang telah konsisten membina atlet dan penghobi otomotif di jalur yang benar.

“Apresiasi setinggi-tingginya saya sampaikan kepada IMI Kalimantan Timur dan IMI Kota Samarinda. Keberadaan ajang resmi seperti ini sangat efektif untuk meminimalisir aksi balap liar yang meresahkan warga. Di sini, bakat mereka diuji secara profesional, terlindungi oleh regulasi, dan diakui secara prestasi,” lanjutnya.

Wakil Wali Kota Saefuddin berharap agar kolaborasi antara pemerintah, organisasi olahraga dan komunitas otomotif terus diperkuat.

Ia bermimpi agar Samarinda kelak memiliki fasilitas olahraga otomotif yang lebih representatif untuk mendukung talenta lokal bersaing di kancah internasional.

“Kita punya potensi sumber daya manusia yang hebat di bidang otomotif. Dengan konsistensi seperti yang kita lihat di Borneo Drag Record ini, saya yakin nama Samarinda akan semakin harum di dunia balap nasional,” pungkasnya.

Related posts

Diikuti 350 Peserta, Porwarda Jadi Tonggak Kemajuan Wartawan Kaltim

Alfi

Tujuh Daerah Ikut Kejuaraan Tenis Meja Pelajar Kaltim

Aminah

Bonus Porprov Kota Pasuruan Dipangkas, Atlet Protes

Sahal