Samarinda, Natmed.id – Meskipun tren okupansi selama Ramadan cenderung fluktuatif, optimisme tinggi terpancar dari Hotel Harris Samarinda yang memprediksi puncak kunjungan akan terjadi tepat pada hari raya hingga masa libur panjang usai.

Asisten Marketing and Brand Manager Hotel Harris Samarinda Nuno menjelaskan bahwa perilaku pasar di Samarinda memiliki karakteristik yang cukup unik dibandingkan daerah lain, yakni dominasi pemesanan di saat-saat terakhir.
“Kalau berdasarkan tren dari tahun-tahun sebelumnya, itu biasanya memang pada hari-H atau biasa itu last minute untuk trennya sendiri di Samarinda. Jadi memang untuk tingkat hunian memang masih belum kelihatan sekarang, tapi biasanya pada Idulfitri itu ramai,” ujar Nuno saat diwawancarai pada Rabu, 18 Maret 2026.
Nuno tidak menampik bahwa selama bulan suci Ramadan, keterisian kamar (okupansi) mengalami penurunan yang cukup terasa. Hal ini disebabkan oleh minimnya agenda kegiatan dari sektor korporat maupun instansi pemerintahan yang biasanya menjadi penyokong utama bisnis hotel di hari kerja.
Namun, penurunan di sektor kamar mampu ditutup dengan lonjakan luar biasa pada sektor Food and Beverage (F&B), khususnya layanan buka puasa bersama. Nuno mencatat rekor kunjungan tertinggi terjadi pada Sabtu, 7 Maret lalu, di mana jumlah tamu membludak hingga melampaui kapasitas reguler.
“Total pax orang itu yang buka puasa mencapai 1.160 orang dalam satu waktu. Kondisinya saat itu semua ruangan kami terisi penuh, termasuk Mahakam Ballroom yang merupakan ruangan meeting terbesar kami, semuanya dikerahkan untuk melayani tamu bukber,” jelasnya.
Memasuki periode libur Lebaran, Hotel Harris Samarinda secara spesifik membidik segmen keluarga (family). Menariknya, pihak manajemen memilih kebijakan untuk tidak menaikkan harga secara agresif, melainkan memberikan nilai tambah melalui pengalaman menginap yang berkesan bagi anak-anak.
Beberapa program khusus yang telah disiapkan antara lain, penyambutan manis untuk setiap anak yang datang dibawa oleh orang tuanya untuk menginap akan mendapatkan gift khusus berupa cokelat saat proses check in di lobi.
Selain itu, di area sarapan tersedia kids corner yang memfasilitasi kegiatan menggambar hingga cooking class singkat, sehingga orang tua dapat menikmati hidangan dengan lebih santai.
Kemudian, pihak Hotel Harris menyediakan maskot Dino yang biasanya hanya muncul pada akhir pekan, akan disiagakan setiap hari selama satu minggu penuh selama periode Lebaran untuk menemani anak-anak bermain di area kolam renang.
Prediksi lonjakan tamu ini didukung oleh posisi Samarinda sebagai pusat perbelanjaan dan hiburan bagi warga di kota-kota penyangga sekitarnya. Nuno menyebutkan bahwa mayoritas tamu yang menginap saat libur Lebaran justru bukan warga lokal Samarinda.
“Segmennya sendiri bukan hanya dari Samarinda saja. Berdasarkan data tahunan, mayoritas tamu justru datang dari luar daerah seperti Balikpapan, Bontang, hingga Sangatta. Mereka memanfaatkan momen Lebaran untuk berlibur di sini, apalagi ada potensi long weekend setelah hari raya,” tutup Nuno.
Dengan kesiapan fasilitas dan strategi harga yang kompetitif, Hotel Harris Samarinda berharap dapat mempertahankan performa bisnis yang positif sekaligus memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat yang merayakan hari kemenangan di Ibu Kota Kalimantan Timur.
