Samarinda, Natmed.id – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kalimantan Timur Ahmad Nabhan memaparkan secara rinci transformasi besar yang tengah dilakukan lembaga pengelola zakat tersebut dalam upaya meningkatkan kesejahteraan umat di Benua Etam.
Dalam wawancara usai agenda Kaltim Berzakat pada Senin, 23 Februari 2026, Ahmad Nabhan menegaskan bahwa fokus utama Baznas saat ini adalah menggeser paradigma penyaluran zakat dari sekadar bantuan konsumtif menjadi program produktif yang berkelanjutan.
Salah satu program yang menjadi sorotan utama adalah layanan kesehatan gratis bagi masyarakat prasejahtera. Ahmad Nabhan menceritakan keberhasilan program operasi bibir sumbing yang telah memberikan harapan baru bagi anak-anak di Kalimantan Timur.
Salah satu contoh nyata adalah kisah Rahmawati, seorang siswi yang sebelumnya menarik diri dari pergaulan dan hampir putus sekolah karena merasa rendah diri dengan kondisi fisiknya.
“Setelah menjalani operasi gratis yang difasilitasi Baznas Kaltim di RSUD Abdul Wahab Sjahranie, kini suaranya sudah jelas dan kepercayaan dirinya tumbuh kembali. Ia sekarang berani bersekolah lagi dan bersosialisasi dengan teman-temannya. Inilah esensi zakat, yakni mengubah hidup seseorang,” ungkapnya.
Selain operasi bibir sumbing, Baznas Kaltim juga aktif dalam intervensi kesehatan darurat lainnya, yaitu dengan membantu warga kurang mampu yang tertahan di rumah sakit karena kendala biaya, termasuk korban kebakaran dengan luka bakar serius yang membutuhkan penanganan medis intensif.
Saat ini, tengah dikembangkan pembangunan Rumah Sehat Baznas di Kabupaten Berau dengan nilai investasi mencapai Rp21 miliar, yang merupakan hasil kolaborasi antara Baznas RI dan pemerintah daerah.
Selain itu, penyaluran bantuan kursi roda dan alat bantu lainnya bagi lansia serta penyandang disabilitas di berbagai kabupaten/kota.
Di sektor pemberdayaan ekonomi, Baznas Kaltim telah menyalurkan berbagai bantuan alat kerja untuk memastikan para mustahik (penerima zakat) dapat berdikari secara finansial.
Program unggulan di bidang ini meliputi, penyaluran 140 unit sepeda motor yang telah dimodifikasi menjadi gerobak jualan untuk pedagang sayur, bakso dan buah keliling di seluruh wilayah Kaltim.
Pengelolaan peternakan ayam petelur di Pondok Pesantren Al-Banjari juga kini mampu memproduksi ribuan butir telur setiap hari untuk kebutuhan internal dan pasar lokal.
Di Kabupaten Paser, program bantuan 20 ekor domba kini telah berkembang biak hingga mencapai lebih dari 100 ekor, memberikan dampak ekonomi nyata bagi kelompok peternak setempat.
Ia juga menyoroti pentingnya zakat di sektor pendidikan untuk mencegah anak-anak Kaltim putus sekolah. Baznas secara rutin melunasi tunggakan SPP bagi santri di madrasah-madrasah swasta dan memberikan beasiswa stimulan bagi mahasiswa tingkat akhir yang kesulitan menyelesaikan skripsi karena terkendala biaya.
Kemudian, terkait pengumpulan dana, Ahmad Nabhan mengakui bahwa dukungan dari Gubernur Kaltim sangat krusial. Saat ini, zakat dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemprov Kaltim rata-rata mencapai Rp1,3 miliar per bulan. Namun, angka ini dinilai masih jauh dari potensi maksimal jika dibandingkan dengan jumlah ASN yang ada.
“Potensi zakat di Kaltim itu luar biasa, mencapai Rp6 triliun. Jika potensi ini bisa kita maksimalkan, masalah kemiskinan dan kesehatan di daerah pelosok akan jauh lebih mudah kita selesaikan secara bersama-sama,” pungkasnya.
Menutup wawancara, ia juga mengingatkan umat Muslim untuk tidak menunda pembayaran zakat fitrah agar pendistribusiannya bisa dilakukan lebih awal dan tepat sasaran sebelum hari raya tiba.
