Kota Pasuruan, Natmed.id — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Pasuruan melakukan konsolidasi demokrasi bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Pasuruan di ruang rapat DPRD Kota Pasuruan Senin 23 Febuari 2026, guna memperkuat literasi demokrasi di luar tahapan pemilu.
Pertemuan tersebut dihadiri seluruh pimpinan DPRD dan jajaran pimpinan Bawaslu Kota Pasuruan. Agenda ini difokuskan pada penyampaian program literasi demokrasi serta penguatan koordinasi antar-lembaga.
Ketua Bawaslu Kota Pasuruan Vita Suci Rahayu menyampaikan bahwa pendidikan demokrasi menjadi bagian dari strategi pencegahan pelanggaran. Ia menegaskan penguatan pemahaman publik perlu dilakukan secara berkelanjutan.
“Fase di luar tahapan pemilu justru krusial untuk konsolidasi. Di sinilah evaluasi, pendidikan politik, dan komitmen bersama dibangun agar kualitas demokrasi tetap terjaga,” ujar Vita.
Menurutnya, demokrasi tidak hanya dimaknai sebagai proses elektoral lima tahunan. Ia menambahkan, integritas, penolakan politik uang, dan netralitas elemen negara harus dijaga sepanjang waktu.
Ketua DPRD Kota Pasuruan Mochammad Toyib menyambut positif langkah tersebut. Ia menilai sinergi antarlembaga penting dalam menjaga stabilitas politik daerah.
“Dalam situasi politik yang dinamis, kami berharap Bawaslu menjalankan tugas dan fungsi secara profesional,” kata Toyib.
DPRD memandang literasi demokrasi perlu dilaksanakan secara kolaboratif agar ekosistem politik tetap sehat dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Dukungan kelembagaan dinilai menjadi faktor penting menjelang tahapan pemilu berikutnya.
Melalui pertemuan ini, Bawaslu menegaskan komitmen menjaga fungsi pengawasan sekaligus memperluas edukasi demokrasi lintas lembaga. Sinergi tersebut diharapkan memperkuat fondasi demokrasi yang kondusif dan berkelanjutan di Kota Pasuruan.
