Samarinda, Natmed.id – Wali Kota Bontang periode 2021–2024 Basri Rase resmi bergabung dengan Partai Demokrat. Masuknya figur berpengalaman dari Kota Taman itu dinilai menambah amunisi politik partai berlambang bintang mercy menuju kontestasi politik berikutnya di Kaltim.

Momentum bergabungnya Basri diumumkan dalam rangkaian kegiatan halalbihalal dan pendidikan politik Partai Demokrat di Hotel Puri Senyiur Samarinda, Sabtu 11 April 2026.
Dalam acara itu, Basri tampak menerima kartu tanda anggota sekaligus dikenakan jaket biru Demokrat oleh Wakil Sekretaris BPOKK DPP Partai Demokrat Si Made Rai Astawa di dampingi Bendahara Umum DPP Demokrat Irwan Fecho.
Kehadiran Basri bukan sekadar perpindahan kader biasa. Ia merupakan politisi senior yang memiliki rekam jejak panjang di Bontang, mulai dari anggota DPRD, Wakil Wali Kota, hingga Wali Kota Bontang.
Masuknya Basri memberi sinyal bahwa Demokrat tengah membangun konsolidasi serius dengan merekrut tokoh yang memiliki basis massa dan pengalaman elektoral.
Basri menepis anggapan bahwa langkah politiknya merupakan manuver sesaat. Ia menegaskan keputusan bergabung lahir dari kesamaan visi serta keinginannya berada di partai yang memberi ruang bagi daerah.
“Dengan perpindahan partai ini tidak ada manuver. Saya hanya ingin membantu, kebetulan ananda Irwan ini saya tahu waktu di DPR RI luar biasa memperjuangkan Kaltim. Karena ada penyesuaian visi misi yang sama dalam organisasi, makanya saya bergabung ke Demokrat,” ujarnya.
Ia juga menilai kultur internal Demokrat lebih sehat dan terbuka dibanding sejumlah partai lain yang pernah ia lihat dari dekat.
“Organisasi ini benar-benar harmonis, tidak ada yang saling sikut. Semuanya melihat tujuan yang sama,” katanya.
Basri secara terbuka memuji kiprah Irwan Fecho saat berada di tingkat nasional. Menurutnya, kontribusi kader terhadap daerah menjadi salah satu alasan utama dirinya memilih berlabuh ke Demokrat.
“Saya lihat Irwan Fecho di DPR RI kinerjanya luar biasa. Banyak anggaran yang dibawa dari pusat ke Kaltim,” tegasnya.
Lebih jauh, Basri menyinggung pentingnya partai politik yang tidak terlalu banyak melakukan intervensi terhadap kepala daerah dan memberi keleluasaan bekerja untuk masyarakat.
“Saya tidak mau partai banyak intervensi. Saya ingin partai benar-benar memberi ruang kepada daerah. Saya melihat Demokrat itu demokratis dibanding partai lain,” ucapnya.
Masuknya Basri diperkirakan akan memengaruhi konfigurasi politik di Bontang maupun Kaltim secara umum. Dengan pengalaman birokrasi dan jaringan politik yang masih kuat, Basri berpotensi menjadi figur strategis bagi Demokrat dalam menghadapi pemilu maupun pilkada mendatang.
Sementara itu, elite Demokrat Kaltim belum membeberkan posisi struktural yang akan ditempati Basri. Namun dari simbolisasi penerimaan terbuka di hadapan kader se-Kaltim, pesan politiknya cukup jelas, Demokrat sedang menambah kekuatan dan membuka pintu bagi tokoh berpengaruh di daerah.
