Olahraga

Barongsai Borneo Master Samarinda Perkuat Persaudaraan dan Bidik Prestasi di Kancah Porprov

Teks: Pelatih Barongsai Borneo Master Samarinda, Ferry, Kepada Awak Media Sabtu Malam, 21/2/26 (Natmed.id/Sukri)

Samarinda, Natmed.id – Barongsai kini tidak lagi sekadar menjadi pelengkap kemeriahan perayaan Tahun Baru Imlek. Di tangan paguyuban Barongsai Borneo Master Samarinda, kesenian tradisional ini telah bertransformasi menjadi wadah pemersatu bangsa sekaligus cabang olahraga (cabor) prestasi yang menjanjikan bagi generasi muda di Kalimantan Timur.

Melalui pembinaan yang terstruktur dan semangat inklusivitas, Borneo Master berupaya mencetak atlet-atlet tangguh yang tidak hanya lihai dalam beratraksi, tetapi juga memiliki karakter disiplin dan jiwa sosial yang tinggi.

Teks: Pembina Barongsai Borneo Master Samarinda, Chen Hosen kepada Awak Media, Sabtu Malam, 21/2/26 (Natmed.id/Sukri)

Pembina Barongsai Borneo Master, Chen Hosen menekankan bahwa filosofi utama dari organisasi ini adalah pembangunan persaudaraan yang tanpa batas.

Ia menegaskan bahwa Barongsai adalah milik semua lapisan masyarakat, terlepas dari latar belakang suku, ras, maupun agama. Inilah yang membuat Borneo Master menjadi sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar.

“Tujuan kita Barongsai ini untuk membangun persaudaraan. Di mana pun kita berada, kita mengembangkan dengan memperkenalkan satu dengan yang lain. Kami menerima anggota bukan dari etnis tertentu saja, tapi semua. Kita sangat terbuka,” ungkapnya saat diwawancarai, Sabtu, 21 Februari 2026.

Menurut Chen, antusiasme anak muda di Kota Samarinda terhadap Barongsai tergolong sangat tinggi. Hal ini memberikan harapan besar bagi kelestarian budaya tersebut agar tetap eksis dan relevan di tengah gempuran zaman.

Di balik gerakan yang lincah dan atraktif, terdapat proses latihan yang menguras keringat dan menuntut komitmen tinggi. Ferry, yang menjabat sebagai pelatih sekaligus pemain di Borneo Master, menjelaskan bahwa menjadi pemain barongsai membutuhkan sinergi antara kekuatan fisik dan ketajaman mental.

Saat ini, sekitar 20 anggota aktif secara rutin menempa diri di kawasan STKT (Jalan Gatot Subroto) setiap hari Senin dan Kamis. Latihan ini mencakup penguatan fisik, teknik dasar kuda-kuda, hingga sinkronisasi gerakan antara pemain kepala dan ekor.

“Yang penting itu niat sama rajin latihan. Karena fisiknya harus kuat, jadi kita rutin latihan fisik juga. Harapannya generasi selanjutnya selalu ada terus, harus dilestarikan seperti budaya-budaya lainnya,” jelas Ferry.

Ferry menambahkan bahwa tantangan terbesar dalam melatih adalah menjaga konsistensi para pemain muda agar tetap fokus pada proses panjang menuju kematangan teknik.

Keseriusan Borneo Master kini juga diarahkan pada aspek kompetisi. Seiring dengan diakuinya Barongsai sebagai salah satu cabang olahraga resmi di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), target mereka kini beralih ke ranah prestasi profesional.

Fokus jangka pendek tim adalah mempersiapkan para atlet untuk berlaga di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Persiapan intensif terus dilakukan untuk memastikan para atlet siap bersaing dengan daerah lain, membawa misi mengharumkan nama Kota Samarinda di podium juara.

Dengan perpaduan kuat antara nilai-nilai tradisional dan semangat olahraga modern, Barongsai Borneo Master Samarinda terus melangkah maju, membuktikan bahwa warisan budaya bisa menjadi jalan menuju prestasi gemilang bagi generasi penerus bangsa.

Related posts

Kraksaan Aspirasi Run 2025 Meriah, Sinergi DPRD–Pemkab Kian Erat

Sahal

Tim Panahan Kaltim Gagal Try Out ke Korea

Emi

KONI Samarinda Siapkan Strategi Porprov 2026, Fokus Kesiapan Atlet dan Alternatif Pendanaan

Aminah