Ekonomi

Atasi Masalah Tempias, Pemkot Samarinda Siapkan Sistem Sliding Adaptif di Pasar Pagi

Teks: PPK Revitalisasi Pasar Pagi Hendra Irawan Saat Sidak Bersama Komisi III DPRD Samarinda, Selasa 3/3/2026. (Natmed.id/Aminah)

Samarinda, Natmed.id – Keluhan pedagang Pasar Pagi terkait tempias air hujan yang masuk ke area lapak mulai mendapat titik terang. Pemerintah Kota Samarinda melalui tim teknis lapangan memastikan penanganan masalah tersebut akan direalisasikan tahun ini dengan sistem pintu geser (sliding) yang bisa dioperasikan secara mandiri oleh pedagang.

Teks: Komisi Sidak Gedung Pasar Pagi Samarinda, Se;lasa,3/3/26. (Natmed.id/Aminah)

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Revitalisasi Pasar Pagi Hendra Irawan, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan model peraga sistem pelindung berupa pintu geser atau sliding yang akan dipasang di titik-titik rawan.

Desain ini dipilih untuk mempertahankan konsep awal bangunan yang mengusung ventilasi alami namun tetap fungsional dalam menghalau air.

“Dinas-dinas terkait sudah mulai menangani tahun ini dengan beberapa mock-up yang disiapkan agar nantinya bisa dikelola secara mandiri oleh pedagang. Jadi, bentuknya berupa sliding yang bisa difungsikan buka-tutup,” ujar Hendra Irawan saat sidak bersama Komisi III DPRD Samarinda, Selasa 3 Maret 2026.

Hendra menambahkan, sistem sliding ini memberikan fleksibilitas bagi para pedagang untuk mengatur sirkulasi udara di lapak mereka.

“Apabila dibutuhkan terbuka, ya dibuka oleh pedagang. Namun, jika curah hujan tinggi dan menimbulkan intensitas tempias yang besar, itu bisa ditutup. Jadi tidak harus selalu bergantung pada pengelola,” imbuhnya.

Terkait pembiayaan, terdapat pembagian sumber dana untuk penyempurnaan fasilitas pasar legendaris ini. Sementara pengerjaan sistem sliding pada fasad bangunan sedang dikaji nilai anggarannya, beberapa titik lain seperti pengamanan tangga akan diupayakan melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR) dari pihak kontraktor sebagai bentuk tanggung jawab pemeliharaan.

Hendra menegaskan bahwa saat ini fokus utama adalah pada pengujian mock-up sebelum diimplementasikan secara massal di seluruh lantai.

“Untuk kebutuhan anggaran seluruhnya belum kami simpulkan sampai ke sini, baru fokus ke mock-up nya saja. Mudah-mudahan tahun ini bisa realisasi,” ungkapnya.

Saat ini, bangunan Pasar Pagi masih berada dalam masa pemeliharaan selama enam bulan sejak serah terima pada awal November 2025 lalu. Selama proses penyempurnaan berlangsung, Pemkot Samarinda mengimbau para pedagang untuk tetap bersabar dan menjaga fasilitas yang ada.

Related posts

Kaltim Maksimalkan Potensi Ekonomi Kreatif Lewat Pendampingan dan Promosi UKM

Aminah

Dari Kayu Kalimantan, Menggeris Hadirkan Jam Tangan Kelas Internasional

Aminah

Aji Sofyan: Kaltim Butuh Investor

natmed